
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4
INILAH.COM, Jakarta - Kondisi keuangan PT Texmaco Jaya (TEJA) Tbk makin carut marut. Modal kerja perseroan minim, sehingga TEJA tidak mampu memenuhi kewajiban pesangon karyawan dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 17,96 miliar.
Selain itu TEJA juga hanya bisa menjalankan divisi fleece dalam operasional perusahaan, sedangkan divisi fabric belum dapat beroperasi. TEJA pun berupaya mencari investor untuk menanamkan modalnya ke perusahaan.
"TEJA sedang mencari investor menanamkan modalnya, tetapi mereka menghendaki perusahaan
untuk menyelesaikan restrukturisasi utang dengan PPA dahulu," jelas Direktur Utama
TEJA V Ravi Shankar dalam laporan terbukanya kepada BEI, Rabu (12/3).
Akibat belum selesainya restrukturisasi utang dengan PPA, pihak perbankan dan lembaga keuangan lainnya enggan memberikan fasilitas modal kerja yang dibutuhkan.
Saat ini TEJA masih mempunyai kewajiban pesangon kepada 2.144 karyawan yang berjumlah Rp 17,36 miliar dan akan dipenuhi dengan cara dicicil. Disamping itu, TEJA juga mempunyai kewajiban pembayaran denda keterlambatan penyampaian laporan keuangan ke BEI sebesar Rp 600 juta.[L5]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Indosat di Tangan Pria Bulgaria
- Bisnis Gadai Penuh Optimisme
- INCO Masih ada Potensi Upside
- Astra Kehilangan Putra Terbaik
- Ingin Rajai Hulu-hilir Migas
- Nakhoda Baru Anti Monopoli
- Lanjutkan Reformasi Bea Cukai
- Bidik Newmont Gelar Rights Issue
- Figur Pemulihan Ekonomi AS
- Bursa China Melorot Akibat Aturan Baru Properti
- Jelang IPO Target Kredit Dinaikkan
- Bangun Bisnis Lewat Integritas
- Restrukturisasi Demi Transparansi
- Bea Keluar Kakao Berlaku Januari 2010
- Fokus Pada Ketahanan Pangan












