
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4
INILAH.COM, Jakarta - PT Telkom Tbk siap menguasai Telkomsel dengan menggunakan haknya membeli saham SingTel di Telkomsel. Padahal, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menetapkan, saham yang bisa dibeli maksimal hanya 10%.
Dirut PT Telkom Tbk Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, pihaknya siap menggunakan haknya jika pihak SingTel telah membuka penawaran untuk menjual sahamnya di operator seluler terbesar di Indonesia itu.
Terkait pendanaan, pihak Telkom menyatakan kesiapannya kendati saat ini perseroan belum menyiapkan alokasi khusus untuk pembelian itu. Maklum, rencana pembelian itu masih dalam tahap pembicaraan.
Lebih lanjut Rinaldi mengatakan, BUMN telekomunikasi itu telah melayangkan surat kepada Mahkamah Agung (MA) dan meminta penegasan statusnya sebagai pemegang saham mayoritas Telkomsel.
Telkom juga meminta MA memperhatikan hak subyektifnya untuk membeli kepemilikan SingTel sebesar 35% di Telkomsel melalui hak membeli lebih dahulu. Telkom menilai, first right of refusal adalah hak yang dijamin dan diakui keberadaannya sesuai isi pasal 57 Ayat (1) Undang Undang Nomor 40/2007 tentang Perseroan Terbatas.
Menneg BUMN Sofyan A Djalil juga sudah menyatakan mendukung langkah operator incumbent yang ingin membeli 35% saham SingTel di Telkomsel menyusul rekomendasi KPPU yang menyatakan perusahaan telekomunikasi Singapura itu melakukan monopoli.
Rinaldi melanjutkan, pihaknya juga tidak kecewa terhadap langkah STT Telemedia yang menjual sahamnya di Indosat ke Qatar Telecom QSC. Masuknya Qatar Telecom ke Indonesia melalui Indosat, menurutnya, bukan suatu ancaman bagi perusahaannya mengingat Telkom masih merupakan perusahaan sehat dengan pergerakan harga saham relatif stabil.
Dalam keputusan PN Jakpus, Temasek dilarang menjual saham yang ada di Indosat maupun di Telkomsel kepada pihak-pihak yang terafiliasi. Penjualan itu juga tidak boleh melebihi 10%. Tapi, STT justru menjual 40,8% sahamnya kepada QTel yang diduga masih terafiliasi dengan perusahaan itu.
Wacana agar Telkom membeli saham Singtel di Telkomsel mengemuka seiring hasil pemeriksaan KPPU bahwa Temasek memiliki saham silang di Indosat dan Telkomsel.
Dukungan terhadap Telkom juga datang dari Komisaris Utama Telkom Tanri Abeng. Menurutnya, Telkom sangat siap membeli saham Telkomsel. Pembelian itu juga bisa menjadikan 100% saham Telkomsel dimiliki Telkom.
Di sisi lain, Rinaldi memaparkan, Telkom bukan tidak punya atensi untuk membeli. Tapi, masalahnya, apakah Temasek bersedia melepas sahamnya. "Jadi, bukan karena tidak tertarik, melainkan karena belum pernah ada pembicaraan ke arah itu," katanya.
Selain itu, dalam suatu transaksi, jika jumlah materialnya cukup besar, harus mendapat persetujuan pemegang saham pemerintah. Dan, selama ini, di internal Telkom tidak pernah membicarakan soal pembelian Singtel. [E1/I3]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Eropa Bantu Yunani, Asia Lega
- Pacific Asia Holding Lepas 7,24% Saham Matahari
- Anak usaha Trikomsel Oke Beroperasi 1 April 2010
- Pelepasan Aset Matahari Bukan ke Pihak Ketiga
- Akhirnya, Krakatau Boleh Melantai
- BTEL Jawara 10 'Top Foreign Buy'
- Ical: Keluarga Bakrie Hanya Minoritas di Group Bakrie
- Inilah 10 'Top Foreign Sell' Hari Ini
- Rebound Asia Angkat IHSG
- Trikomsel Bakal Buat Anak Usaha
- Ha! WIKA Likuidasi Anak Usahanya
- Pemerintah Bangun Dua Pabrik Senilai Rp160 M
- Hore! IHSG Ditutup Naik 13,92 Poin
- Saham Properti Prospektif Meski Terguncang
- Danareksa Bakal Ubah Model Bisnis?












