
Take Over"" />
WAWANCARA
INDEKS WAWANCARA
![]() | |
| Adhyaksa Dault (inilah.com/Bayu Suta) |
INILAH.COM,Samarinda - Sehari lagi, tepatnya Sabtu (5/7), Pekan Olahraga Nasional XVII di Kalimantan Timur akan resmi dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, hingga saat ini persiapan panitia penyelenggara untuk menggelar hajatan terbesar olahraga di Indonesia tersebut, belum bisa dikatakan kelar seratus persen.
Di sana-sini, khususnya pada beberapa venue pertandingan, masih terlihat ada sejumlah kekurangan. Bahkan, ada sejumlah atlet yang belum pasti bisa tampil di PON XVII karena belum mendapatkan pengesahan dari pihak yang berwenang. Tak pelak, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Adhyaksa Dault merasa agak kecewa.
Berikut petikan wawancara dengan Menepora Adhyaksa Dault yang dijumpai saat melepas kontingen PON Sulawesi Tengah di Palu, Kamis (3/7).
Bagaimana menurut Anda persiapan PON XVII ini?
Masih banyak masalah, padahal sejak awal sudah saya mewanti-wanti kepada panitia penyelenggara. Bahkan, saya juga sempat mengeluarkan ultimatum. Harus diakui persiapan PON kali ini bisa dibilang morat-marit.
Apa yang sudah dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala?
Dalam mengantisipasi berbagai kendala teknis yang tidak terselesaikan hingga tenggat pembukaan PON itu, Kementrian Pemuda dan Olahraga sudah mengerahkan hampir separuh stafnya di Kaltim. Dua deputi Menegpora juga sudah berada lokasi penyelenggaraan PON sejak beberapa waktu lalu. Jadi kalau ada apa-apa kita bisa langsung take over.
Peringatan separti apa yng pernah Anda berikan/
Jauh-jauh hari saya telah mengingatkan panitia penyelenggara agar dalam mempersiapkan acara tersebut tidak terlalu bergantung pada orang per orang di Pemda setempat. Seharusnya yang jadi pegangan itu sistem dan bukan orang per orang di Pemda setempat.
Apa akibatnya yng muncul dari persiapan yang morat-marit seperti itu?
Sudah pasti terjadi pembengkakan dana. Pemerintah pusat telah mengucurkan anggaran untuk PON itu sebesar Rp82 miliar. Padahal sebelumnya Pemda setempat telah menjamin akan menanggung semua pembiayaan penyelenggaraan. Jadi kalau sudah seperti ini kembali lagi persoalan dikembalikan kepada pemerintah.
Hal apa lagi yang Anda peringatakan?
Waduh, banyak sebenarnya, Saya juga mengingatkan KONI untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihaknya terkait berbagai aspek penyelenggaraan PON itu, seperti penentuan tempat penyelenggaraan maupun jumlah cabang olah raga yang dipertandingkan.
Apa sebenarnya yang diharapkan Pemerintah Pusat dengan penyelenggaraan PON di Kaltim ini?
Pemerintah mengharapkan agar berbagai prasarana olah raga setelah pelaksanaan PON itu dapat dimaksimalkan keberadaanya sebagai sentra pengembangan keolahragaan di provinsi ini. Sentra-sentra itu, perlu dilengkapi pula dengan sarana pendidikan bagi calon-calon atlet andalan nasional mendatang.
Apa yang Anda harapkan dari setiap kontingen?
Selaku menteri, saya hanya berharap agar setiap kontingen bertanding secara sportif untuk meraih setiap kemenangan. Kemenangan dalam setiap cabang olahraga adalah segala-galanya, tapi kalau proses untuk meraih kemenangan itu tidak dicapai dengan mengedepankan sportivitas, maka hal itu tidak akan ada artinya. Di dalam olahraga juga terkandung semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Kalah dan menang dalam olahraga adalah hal wajar, yang penting persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.[S1]
[ Kirim ke teman ]