
BERITA
INDEKS BERITA
![]() | |
(inilah.com/Subekti) |
INILAH.COM, Jakarta – Kamis (3/7), nilai tukar rupiah melesat tajam. Jumat (4/7), rupiah kembali tak berkutik. Sentimen positif kenaikan BI rate tak mampu mendongkrak rupiah. Investor juga mengantisipasi liburnya pasar valas AS.
Di pasar spot antarbank Jakarta, rupiah ditutup di posisi 9.207 per dolar AS, melemah dua poin dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di posisi 9.205.
Analis valas Bayu Aini mengatakan, setelah sempat melemah pada sesi pertama perdagangan, rupiah kembali menguat dan ditutup terkoreksi sedikit dari posisi awal. Rupiah hari ini tidak terlalu aktif dan selama perdagangan hanya bergerak di kisaran Rp 9.217-9.223 per dolar AS.
Menurut Bayu, rupiah seharusnya menguat dengan naiknya BI rate 25 basis poin ke level 8,75%. Pasalnya, spread dengan suku bunga The Fed menjadi tambah lebar. Tapi, pasar dalam kondisi agak ketat karena liburnya pasar valas New York menyambut hari Kemerdekaan AS nanti malam. Alhasil, rupiah sulit bergerak bebas.
Menurut beberapa kalangan, salah satu indikator penggerak turunnya rupiah hari ini adalah tingginya harga minyak mentah yang sempat menyentuh US$ 147 per barel.
Bayu menilai, kenaikan harga minyak mentah sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap posisi rupiah. Pasalnya, ekspektasi di pasar valas cukup tinggi terhadap harga minyak, yaitu di kisaran US$ 150 per barel. "Apapun yang terjadi pada harga minyak saat ini tidak banyak pengaruh ke rupiah," ujarnya.
Pergerakan rupiah hari ini sempat didukung oleh melemahnya dolar AS setelah bank sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunganya 25 basis poin untuk mengatasi tekanan inflasi.
Dolar nanti malam diprediksi bergerak sideways terhadap mata uang utama dunia. Hal ini terkait liburnya pasar AS sehubungan hari Kemerdekaan AS yang jatuh pada 4 Juli.
Mengacu pada perdagangan yang bersifat jangka menengah dan panjang, pergerakan sideways dolar AS masih dalam tren melemah. Isu pergerakan harga minyak yang kemungkinan segera menembus level US$ 150 per barel jadi berita yang berpontensi kuat untuk terus memberikan tekanan negatif terhadap dolar AS.
Secara teknikal, pada sesi perdagangan hari ini euro terhadap dolar memiliki support pada level 1.5680 dan 1.5635. Level support kuat berada pada kisaran 1.5565, sedangkan resistance berada pada level 1.5770 dan 1.5820.
Mata uang lain, poundsterling, terhadap dolar AS memiliki support pada level 1.9805 dan 1.9760 dengan support kuat di level 1.9720 dengan resistance berada pada level 1.9840 dan 1.9880.
Pada perdagangan hari ini, euro menurun hingga ke level terendahnya dalam sepekan, yaitu di posisi 1.5675 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan kemarin, euro berada di posisi 1.5703. Euro menurun 0,6% sepanjang pekan ini. [E1/I3]
[ Kirim ke teman ]