

(inilah.com/Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta - Lonjakan harga minyak mentah dunia yang melewati 140 dolar AS per barel semakin membuat perbedaan harga (disparitas) BBM di dalam negeri dan luar negeri semakin jauh. Meski sudah menaikan harga BBM pada 24 Mei lalu, perbedaan harga berada di angka 30-40%.
"Disparitas atau perbedaan harga BBM antara luar dan dalam negeri makin tinggi, sekarang ini harga kita kembali lagi sekitar 30%-40%, lebih murah dari internasional price. Kita melihat konsumsi nampaknya tidak terbendung sehingga masyarakat masih menganggap tidak ada perubahan sama sekali kan," beber Menkeu Sri Mulyani di Gedung Depkeu, Jakarta, Selasa (8/7).
Angka konsumsinya, imbuh Menkeu, memang belum mencapai 42 juta kilo liter, namun jelas angkanya tidak serendah yang diasumsikan dalam APBN.
Dalam perhitungan RAPBN 2009, imbuh Menkeu, rekomendari panitia anggaran untuk asumsi harga minyak sebesar 120 dolar AS per barel. Namun sesudah melihat tren dan perkembangan harga yang terjadi sampai Juli 2008, pemerintah memutuskan asumsi harga BBM pada RAPBN 2009 akan diubah menjadi 140 dolar AS per barel.
Implikasi dari perubahan asumsi ini, kata dia, subsidi BBM akan mendekati Rp 300 triliun atau sekitar Rp 296 triliun antara listrik dengan BBM.
"Kita merencanakan, kalau sama seperti pasal 7 yang disebut 3 rekomendasi dari panggar, berarti memberikan tambahan/additional budget untuk mencover risiko kalau harga minyak dunia meningkat di atas 140 dolar AS. Dan untuk itu mungkin kita akan mencovernya pada tingkat harga tertentu, kita akan pikirkan 150 dolar AS atau 160 dolar AS," ujar dia.
Dari sisi volume BBM yang bersubsidi, pemerintah akan melihat perkembangan berdasarkan kebutuhan dari konsumsi yang terjadi 2008. "Ini karena pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, di atas 6%," katanya.[L5]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Cermati Pengalihan Utang RI
- BI Rate Turun Jadi 6,75%
- Inilah Asumsi Makro RAPBNP 2009
- BI Rate Berpeluang Turun Jadi 6,75%
- Yes! Rupiah Menguat di Rp 10.175
- BPS: Inflasi Juli Masih di Bawah 4%
- Miranda: BI Rate Berpeluang Turun
- Rupiah Dibuka Naik ke Rp 10.175 Per US$
- Inflasi Rendah Untungkan SBY-Boediono
- BI: Ada Ruang BI Rate Turun
- BPS: Juni 2009 Inflasi 0,11%
- Rupiah Menguat 87 Poin
- BI: Rupiah ke Depan Terus Membaik
- BI: Pertumbuhan Ekonomi 2009 Hanya 4%
- Yes! Rupiah Terkerek 20 Poin
