
INILAH.COM, Sumenep - Majelis Ulama Indonesia (MUI) se Madura, Jawa Timur, mengeluarkan pernyataan mengharamkan sikap golongan putih (golput) alias tidak menggunakan hak pilih dalam Pilgub Jatim pada 23 Juli mendatang.
"Pilgub itu adalah ajang untuk memilih pemimpin, dan umat Islam wajib hukumnya memilih pemimpin. Jadi, golput itu haram," tegas juru bicara hasil pertemuan MUI se Madura KH A Shafraji di Sumenep, Minggu (13/7).
Ia juga menjelaskan, MUI se Madura meminta warga Jatim memanfaatkan hak pilihnya sesuai hati nurani dan secara mandiri.
"Artinya, warga Jatim harus mencoblos tanpa adanya paksaan dari pihak maupun sesuatu yang lain, diluar keyakinannya sendiri," kata Shafraji yang juga Ketua MUI Sumenep.
Hadir dalam pertemuan MUI se Madura yang digelar di sekretariat MUI Sumenep, antara lain KH Mahfud Hadi (MUI Bangkalan), Moh Alwi (MUI Pamekasan), dan sejumlah ulama Madura lainnya.[*/L6]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Pramugari Suspect Flu Babi di Makassar
- Eks Pejabat Pertamina Dirampok
- Orang Miskin di Sumut Tinggal 11,51%
- Senggolan, Kampanye SBY Ricuh
- 'Minah Langka, JK Kaya Raya' Ditertibkan
- Duh! Bocah 4 Tahun Dibakar Temannya
- Gempa Dahsyat Guncang Padang
- Demo 'Darah' untuk JK Akibat Mallarangeng
- Longsor, Riau-Sumbar Buka Tutup
- 16 Kg Ganja Terendus di Polonia
- Ssstt! Tim Mega Pro Latihan Hitung Cepat
- Hiii! 337 Orang Mati Masuk DPT
- Boediono Disambut Keranda Api
- Duh! 75 Koperasi Gulung Tikar di Kudus
- Riau-Sumbar Longsor, Lalin Lumpuh
