Politik
 
22/07/2008 - 08:14
SBY-JK Mulai Bikin Keder
Iqbal Fadil & Belva SB
Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla
(inilah.com/Abdul Rauf)

INILAH.COM, Jakarta – Popularitas Megawati Soekarnoputri melejit. Juga sederet nama lain. Tapi, bicara Pilpres 2009, siapa pasangan mereka? Dalam konteks ini, setidaknya, duet SBY-JK sudah teruji. Bahkan, mulai bikin keder pesaingnya.

Selaku pemangku jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI sejak 2004, kadar soliditas dan kapasitas Susilo Bambang Yudhoyono-M Jusuf Kalla jelas sudah tertakar. Meski harus diakui masih diwarnai kelemahan di sana-sini, keduanya tetap punya potensi. Kerja nyata keduanya sudah terpampang.

Itu sebabnya, sejumlah pihak belakangan mulai buka suara soal kemungkinan duet SBY-JK maju lagi ke pentas Pilpres. Kata kuncinya, jika memang SBY dan JK tetap mau jalan bareng dalam pemilihan tahun depan, kekuatan duet ini sulit ditandingi kandidat lain.

Secara personal, boleh jadi, banyak kandidat bagus dan diminati publik. Sebutlah Megawati. Presiden RI 2001-2004 yang juga Ketua Umum DPP PDI-P itu sedang naik pamor lagi. Kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bak berbuah simpati bagi Mega.

Hasil survei beberapa lembaga pemeringkat independen pun menunjukkan, jumlah responden yang pro Mega melejit, bahkan melewati perolehan SBY yang selama ini menguasai peringkat teratas. Itu, artinya, Mega berpotensi menang jika Pilpres digelar sekarang.

Nama lain yang digadang-gadang parpol maupun berniat maju ke Pilpres 2009 di jalur independen, ikut pula membaik peringkatnya berdasarkann survei. Ada Wiranto, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Hidayat Nurwahid, Prabowo Subianto, Sutiyoso, dan KH Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid.

Tapi, sekali lagi, membesarnya harapan publik kepada Mega dan sederet nama lain itu tetap tak bisa lepas dari pengaruh pasangannya. Sebab, sebagaimana berlaku sejak 1999, Pilpres 2009 mensyaratkan sistem paket. Publik akan memilih sepasang Presiden dan Wapres RI.

Nah, dengan opsi seperti itu dan berdasarkan bukti kerja selama ini, praktis duet SBY-JK punya nilai lebih dibandingkan yang lain. Siapa pasangan Mega, siapa pasangan Wiranto, siapa pasangan Gus Dur, itu bakal sangat menentukan.

Mega boleh dianggap oke, tapi jika pasangannya memble, ya percuma. Komposisi njomplang pada akhirnya melemahkan sang kandidat.

Saat ini, memang, siapa berpasangan dengan siapa belum lagi ketahuan. Masing-masing kandidat masih gerilya mencari sosok yang diyakini pas, berkapasitas tinggi, sejalan, dan punya dukungan massa yang bisa diandalkan. Tapi, yang pasti, keliru pilih pasangan bakal fatal akibatnya.

Proses meraba-raba dalam ketidakpastian itulah yang memicu penguatan posisi duet SBY-JK. Jadi, andai saja simbol Partai Demokrat dan Ketua Umum PDD Golkar ini mau maju bareng, niscaya mereka jadi duet terdepan di Pilpres 2009. Plus minus, keduanya maju dengan bekal yang sudah terukur.

Apalagi, seperti kata pengamat politik Bima Arya Sugiarto PhD, jika duet SBY-JK juga punya komitmen kuat untuk mengedepankan program kerja yang lebih mumpuni, termasuk membentuk kabinet yang mayoritas beranggotakan tokoh generasi muda. Bima menyebutkan, jika konsep itu yang dijalankan duet SBY-JK, laju keduanya bakal makin sulit dibendung.

Memperhitungkan peluang SBY-JK jika memang keduanya betul-betul maju bersama lagi, sewajarnya sejak awal masuk dalam skenario kerja kandidat lain. Duet SBY-JK layak diwaspadai. Dan, itulah yang diakui Sutiyoso, capres dari jalur independen.

Sutiyoso, mantan Pangdam Jaya yang dua kali menjabat Gubernur DKI Jakarta, secara diplomatis menyatakan semuja capres harus diperhitungkan sebagai kompetitor. Tapi, katanya, "Yang paling utama adalah capres incumbent. Pasalnya, capres incumbent mendapat perhatian lebih ketimbang capres lain."

Maksud Sutiyoso jelas. Jika SBY dan JK tampi bergandengan tangan lagi di Pilpres 2009, modal dasar keduanya di atas pasangan capres-cawapres lain. Di tengah promosinya bahwa makin banyak pihak dan parpol berada di belakangnya, Sutiyoso tetap menganggap duet SBY-JK sebagai unggulan utama di Pilpres 2009.

Pengakuan 'Mr Platinum', begitu Sutiyoso dijuluki, itu hampir pasti melekat pula pada diri setiap kandidat lain. Ya, duet SBY-JK mulai bikin keder. Hanya, bedanya, yang lain belum bicara terbuka sebagaimana Sutiyoso. Tapi, sinyalnya kuat. Itu terlihat dari berbagai manuver yang mulai ramai mereka gelontorkan ke hadapan publik.

Dengan perhitungan seperti itu, bicara kemampuan dan kemauan membidik target tinggi di Pilpres 2009, bola ada di kaki SBY-JK. Kemampuan, keduanya punya meski dengan sejumlah koreksi. Kemauan? Percayalah, jawabannya sudah ada di hati dan kepala mereka. [I3]