
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4
INILAH.COM, Lamongan - Mungkin cara yang dilakukan anggota FPI di Lamongan, Jawa Timur, bisa membuat kapok para pedagang minuman keras ilegal yang meresahkan masyarakat. Seorang pedagang tuak yang terkena razia disiram 8 jirigen dagangannya hingga terkencing-kencing.
Kejadian ini bermula dari aksi razia minuman kerasdi wilayah Pantura yang dilakukan anggota FPI Lamongan, Minggu (10/8), untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Saat berada di Kecamatan Paciran, mereka memergoki sebuah mobil yang sedang mengangkut tuak melintas.
Tanpa banyak kata, mobil itu diberhentikan. 8 jirigen tuak diambil. Sang pengemudi sekaligus pemilik tuak yang bernama Rumaji 40), warga Desa Tegalbang, Kecamatan Palang, Tuban, disuruh berjongkok. Rumaji pun menuruti perintah para anggota FPI tersebut.
Tanpa disangka, byur... 8 jirigen tuak itu disiramkan ke tubuh Rumaji. Bapak dua anak itu bermandikan tuak dagangannya. Bahkan saking takutnya Rumaji pun terkencing-kencing.
"Saya kapok Pak, tidak akan jual tuak lagi. Saya janji," lirih Rumaji ketakutan.
Tak puas dengan aksi tersebut, beberapa anggota FPI mengambil 8 jirigen tersebut dan merusaknya. "Biar tak jualan tuak lagi, jirigennya saya rusak," kata salah satu anggota FPI.
Untungnya tidak ada aksi kekerasan selain penyiraman tuak tersebut. Rumaji kemudian diperbolehkan pulang setelah berjanji tak akan menjual minuman keras tradisional itu.
Menurut Ketua FPI Lamongan, Zaenal Anshori, sweeping ini terus dilakukan sampai menjelang bulan suci Ramadhan. Tujuannya, agar masyarakat bisa tenang dalam melaksanakan ibadah.[beritajatim.com/L6]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- ICW: Layanan RS Bikin Warga Miris
- Bayi-bayi yang Dipelihara Negara (3)
- Bayi-bayi yang Dipelihara Negara (2)
- Bayi-bayi yang Dipelihara Negara (1)
- Dokter Upayakan Orang Tua Bilqis Jadi Pendonor
- Mabes Polri Bongkar Judi Miliaran Via Internet
- 900 Juta Koin & Cinta Untuk Bilqis
- Bayi Itu Siap Cangkok Hati
- Korupsi Sapi Bakal Alihkan Isu Century?
- Idrus: Pansus Maunya Data Century Tulus dan Ikhlas
- Mer-C Berangkatkan 7 Relawan ke Haiti
- Menag Sesalkan Pembakaran Gereja di Sumut
- Dik Doang: Presiden Pro Infotainment
- Pansus Sepakat Sita Data & Dokumen yang Diperlukan
- Ketua KPAI: Jangan Dubur, Periksa Paru-Paru Dong












