Rabu, 10 Februari 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12841.4
 
Ekonomi
 
09/10/2008 - 08:59
'Bubble' Ekonomi RI Terbukti
Yusuf Karim
Emir Moeis
(inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta – Pasar modal selama ini lebih banyak disetir hot money terbukti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan mudah anjlok ke titik terendah. Upaya pemerintah menginformasikan fundamental RI masih kuat ternyata sia-sia.

Investor tahu benar bahwa pertumbuhan ekonomi di Tanah Air hanya berisi gelembung-gelembung yang terancam ambruk jika kondisi perekonomian global memburuk. Kondisi ini idealnya juga menjadi pelajaran bagi pejabat yang berwenang untuk menyusun ketahanan tidak hanya di tingkat negara namun juga kawasan.

Apalagi disinyalir, spekulan-spekulan negara maju mulai bermain untuk merontokkan perekonomian-perekonomian negara berkembang. Kebijakan untuk memetakan kondisi yang kini tengah terjadi juga perlu dilakukan pemerintah.

Meski demikian, idealnya langkah-langkah yang dilakukan dikemas dengan baik. Tegasnya, kebijakan diperlukan tanpa menimbulkan kepanikan yang keberlanjutan.

Contohnya menyikapi langkah otoritas bursa yang menghentikan perdagangan (suspen) disikapi beragam. Sebagian menilai bahwa langkah tersebut tepat untuk mencegah investor melakukan aksi panic selling. Namun demikian, langkah tersebut juga beresiko membuat investor semakin khawatir untuk menempatkan dananya di Indonesia.

Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis mengemukakan bahwa disuspennya Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa berlanjut pada kepanikan pasar yang akhirnya membuat investor lari ke pembelian mata uang asing.

"Ini karena pilihan untuk beralih ke sektor riil belum menjanjikan dan makan waktu. Selain itu saham dan surat berharga internasional juga masih terguncang akibat krisis di AS," lanjutnya.

Larinya modal ke luar negeri membuat BI harus terus melakukan intervensi bahkan menaikkan kembali BI Rate. "Kalau sudah begini, maka sektor riil akan terganggu yang akan berdampak pada pertumbuhan dan kesejahteraan sosial. Mudah-mudahan krisis ini segera berakhir," paparnya

Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yakin otoritas bursa mampu mengatasi anjloknya indeks harga saham di BEI dalam waktu singkat. Pasalnya, fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan kondisi menjelang krisis ekonomi 1997.

Presiden pun kembali menggelar rapat khusus semalam dengan BEI, BI dan Menko Perekonomian untuk membahas mengenai krisis finansial tersebut. "Kita optimis semua masalah segera bisa diatasi. Presiden sudah menyatakan kita tidak akan jatuh seperti krisis ekonomi 1997," ujar Juru Bicara Kepresidenan Andi Malarangeng.

Pada 11.06 kemarin, BEI menghentikan sementara perdagangan saham karena indeks saham anjlok 10,38% atau 168,052 poin menjadi 1.451,669 sebelum sesi pertama berakhir siang hari.

Menurut catatan, indeks tersebut merupakan yang terendah sejak September 2006. Sebelum dihentikan, perdagangan saham tercatat 27.494 kali dengan volume 1,129 miliar lembar. Dalam sesi perdagangan tersebut, 171 saham tercatat mengalami penurunan nilai, enam saham mengalami kenaikan, dan sembilan saham stagnan.

Penghentian perdagangan tersebut dilakukan otoritas bursa karena menilai pasar dalam kondisi panik dan irasional. Karena itu, perdagangan saham dihentikan sementara agar pasar bisa mencerna informasi dengan lebih tenang dan rasional.

Terkait penutupan perdagangan saham oleh otoritas bursa, Presiden SBY sepenuhnya mendukung keputusan untuk menyelamatkan bursa saham tersebut. "Presiden akan terus memantau perkembangannya. Beliau percaya pengelola bursa saham tahu apa yang harus dilakukan. Apalagi secara global seluruh negara mengalami hal yang sama," katanya.

Untuk mencegah akibat buruknya pada perekonomian nasional, Presiden SBY akan terus memantau langkah-langkah yang dilakukan otoritas moneter dan fiskal, serta otoritas bursa global.

Pemerintah juga terus mempersiapkan diri mengantisipasi perkembangan yang terjadi. "Kita sudah, sedang dan terus melakukan langkah-langkah antisipasi. Kita berharap ini segera berlalu," katanya. [E1]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !