
INILAH.COM, Makassar - Sutradara muda, Arfan Sabran yang juga pembuat film Suster Apung kembali membuat film tentang perdamaian di Poso. Film berjudul 'Gana Mo Merajut Perdamaian Dengan Keadilan' (Cukup Sudah Perdamaian Dengan Keadilan) ini akan dirilis besok Jumat (21/11), di Makassar bersama dengan anak fakultas Hukum Unhas.
Arfan Sabran, sutradara film Gana Mo Merajut Keadilan Dengan Perdamaian, saat dihubungi INILAH.COM, menceritakan pembuatan film ini dalam rangka peace day, dan salah satu daerah yang pernah berkonflik dan saat ini telah damai adalah Poso,Sulawesi Tengah.
Digambarkan, film ini melibatkan dua generasi yaitu orang dewasa sebagai pelaku atau yang terlibat dalam perang konflik, dan pelaku kebua adalah anak kecil yang tidak tahu menahu permasalahan menjadi saksi dan korban bom Poso.
"Ada dua generasi yang dilibatkan, orang dewasa yang ikut terlibat langsung dan anak umur lima tahun yang menyaksikan. Pasca konflik ini kan sudah damai, kita mencari tahu arti perdamaian bagi mereka itu seperti apa?," kata Arfan saat dihubungi di Makassar, Kamis (20/11).
Film ini yang dibuat pada September lalu mengambil setting, sesuai dengan yang ingin dicapai, yaitu di daerah konflik yaitu Poso dan Palu Sulteng. Durasi 20 menit film ini menceritakan tentang misi-misi perdamiana dalam persepsi korban, mencoba menjawab persepsi perdamaian
versi kita dan versi orang-orang yang ada di Poso.
"Ternyata, arti perdamaian yang kita maksud itu berbeda dengan arti perdamaian mereka. Buat kita, perdamaian di Poso itu, tidak ada perang, bom, dan aksi teror. Tapi buat masyarakat Poso, perdamian bukan hanya itu, tapi masih ada hal lain!," jelas Arfan.
Arfan mengemukakan, betapa orang dewasa dan anak masih merindukan perdamaian pasca konflik yang hingga sekarang tidak terpenuhi. Diantaranya, kemiskinan, pemulihan pasca konflik belum tuntas,
bagiaman dengan kondisi anak-anak yang setelah ditinggal mati orang tuanya, belum mendapat penanganan yang layak.
"Kondisi pasca konflik ini, belum tertangani dan berlarut-larut, bisa jadi bom waktu di masa yang akan datang," tegas Arfan yang hanya butuh waktu tiga minggu dalam pembuatan filmnya.[nng]
- Andi Arief: Bamsoet Ketakutan
- Ada Udang di Balik Gerakan Antirokok
- Yogya Pikat Wisatawan Lewat Desa Wisata
- Pertuni Rayakan Hari Jadi ke-44
- Dilarang Mangkal di Stasiun Gambir, Ratusan Sopir Aksi Demo
- Baznas Resmikan Program Terbaru BQB
- 'Jual Diri' Lewat Facebook Efektif dan Gratis
- Maulid Nabi Momentum Penyucian Kasus Bank Century
- Puncak Imlek Penuh Haru
- Inilah Puisi Buat Gus Dur yang Dibaca Depan SBY
- Istri-istri Anggota Fraksi Demokrat Gelar Bhaksos
- Menelusuri Kejahatan Seks Facebooker Indonesia (3)
- Menelusuri Kejahatan Seks Facebooker Indonesia (2)
- Menelusuri Kejahatan Seks Facebooker Indonesia
- Pendidikan Murah Bertaraf Internasional
Kurs BI :












