

(istimewa)
INILAH.COM, Brasilia – Insiden cengkraman maut pemain sayap Portugal Cristiano Ronaldo terhadap striker Brasil Robinho menghiasi media-media di dunia. Ronaldo dikecam habis-habisan menyusul aksi brutalnya saat Brasil menang atas Portugal 6-2.
Dalam laga persahabatan yang digelar di Brasilia, Senin (17/11) lalu, untuk pertama kalinya, skuad Carlos Dunga menampilkan permainan terbaiknya. Portugal yang notabene ‘tim Samba Eropa’ digilas lewat aksi cemerlang Luis Fabiano dan kawan-kawan.
Sayangnya, Ronaldo dianggap tidak bisa menerima kekalahan dan mulai bermain kasar. Tidak heran jika bek Brasil Thiago Silva dan Marcelo mengecam pemain sayap Manchester United tersebut.
Baik Silva dan Marcelo menilai Ronaldo sebagai pemain yang bermulut besar lagi kejam. Kandidat peraih gelar Pemain Terbaik Dunia tahun ini, menurut Silva dan Marcelo frustrasi sepanjang pertandingan karena gagal menembus pertahanan Brasil.
Ronaldo yang memiliki juluk CR7 bermain kasar di akhir pertandingan, salah satunya ketika melakukang tackling keras terhadap Silva yang bermain di klub Fluminense.
Tidak heran, akhir brutalnya ini menuai kartu kuning di menit ke-87. Bahkan mantan pemain Sporting Lisbon ini berseteru dengan striker Brasil, Robinho yang juga seteru di Derby Manchester yang akan digelar awal bulan Desember mendatang.
“Dia (Ronaldo) pemain yang kejam dan jika saya tidak melompat saat dia melakukan tekel, mungkin kaki saya akan patah. Dia melakukan hal itu karena kami berhasil menjaganya sepanjang pertandingani. Dia memiliki keberanian dengan mengatakan bahwa dia tidak menyentuh saya, karena saya menghalangi pergerakkannya. Kemudian dia sadar kalau dia salah dan mencoba meminta maaf, tapi saya tidak menerimanya,” ujar Silva.
Jika Silva menuduh Ronaldo sebagai pemain yang kejam, lain halnya dengan Marcelo. Bek Real Madrid ingin mencap Ronaldo sebagai pemain yang bermulut besar.
“Ronaldo bukan pemain yang hebat dan dia bermulut besar. Dia menyikut saya tanpa bola, kemudian dia mencoba untuk mengelak telah melakukan hal itu,” pungkasnya.
Pernyataan ini tentunya akan menjadi suatu kerugian bagi Ronaldo. Pasalnya pemain 23 tahun ini menjadi kandidat terkuat peraih Ballon d’Or atau pemain terbaik Eropa tahun ini. [S2]
- Cedera, Gallas dan Silvestre Absen Tiga Pekan
- Komitmen Tinggi Young Untuk Villa
- Megson: Berhenti Mengeluh Wenger!
- Bridge: Awas Cole, Saya Datang!
- Muntari: MU Ketakutan Ketemu Inter!
- Man City Bayar Zarate Rp 453 Miliar
- Portsmouth Berhenti Jual Pemain
- Liverpool Tawari Pennant Kontrak 12 Bulan
- Chelsea Fokus Pada Pertahanan
- Bosingwa: Chelsea Akan Hentikan Ronaldo!
- Man City Gigit Jari soal Bellamy dan Parker!
- Adebayor: Gallas Tetap Kami Hormati!
- Hughes: Tawaran Kami untuk Cruz Ditolak!
- Alamak.. Ferrari Ronaldo Tabrakan!
- MU Gaet Bek Muda Stoke