

(inilah.com/Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta – Seiring kenaikan indeks saham di pasar bursa, nilai tukar rupiah akhirnya bisa terbebas dari zona merah meskipun belum bisa beranjak dari kisaran 12 ribu per dolar AS. Penguatan dipicu beberapa sentimen positif yang melingkupi pasar valas.
Kurs rupiah di pasar spot antarbank Jakarta pada perdagangan Kamis (27/11) menguat 80 poin ke level 12.195 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin yang berada di posisi 12.275.
Salah seorang analis pasar valas mengatakan, rupiah hari ini bergerak relatif stabil di kisaran 12 ribu per dolar AS. Beberapa sentimen yang mendukung penguatan rupiah adalah pergerakan bursa regional dan global yang positif.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pun akhirnya mengalami penguatan tipis 8,920 poin (0,75%) ke level 1.202,07. Apa yang terjadi di lantai bursa kemudian memberikan angin segar bagi pasar uang.
Sentimen positif lain datang dari kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga yang dilakukan beberapa bank sentral utama dunia. Sementara BI pekan depan diperkirakan juga akan memotong suku bunga BI rate 25 basis poin dari posisi saat ini di level 9%. Bank sentral China baru saja memotong suku bunganya 108 basis poin ke 5,58%.
Penguatan rupiah juga datang dari terkoreksinya mata uang dolar terhadap valas dunia.
Memburuknya data-data ekonomi AS memperlihatkan bahwa perekonomian negara AS sedang berada di jurang resesi. Alhasil, muncul spekulasi bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunganya pada pertemuannya pekan depan.
Jatuhnya dolar AS juga disebabkan spekulasi bahwa rencana Fed untuk memberikan stimulus sebesar US$ 800 miliar akan mengakibatkan lembaga tersebut mengalami kerugian.
Pasalnya, aset yang akan dibeli dengan dana stimulus tersebut merupakan aset bermasalah sehingga harganya diperkirakan akan terus merosot. "Investor pun mengkhawatirkan kondisi neraca keuangan The Fed sehingga kredibilitas lembaga ini pun turun," tambahnya.
Rupiah pada sore ini terpantau berada di level 7.932,04 atas dolar Singapura, di level 15.485,58 atas mata uang gabungan negara Eropa dan di level 7.866,37 atas dolar Australia. [E1]
- The Fed Tetap Pertahankan Bunga Rendah
- Konflik China-AS, Jangka Panjang Berdampak ke RI
- Ada Anggaran Susupan di APBNP 2010?
- APBNP 2010 Untungkan Elit & Birokrasi
- China Bantah Tudingan AS Manipulasi Nilai Tukar
- China Kurangi Kepemilikan Obligasi AS
- BI Akan Menjadi Dewan Komisioner di OJK
- "Kalau Mampu Jangan Beli Premium"
- Menko Perekonomian: Aman!
- Menkeu Harap Pemusnahan Miras Tiap Pekan
- Bea Cukai Gagalkan Kerugian Negara Rp1,26 T
- Penerimaan Cukai Terpengaruh Fatwa Rokok Haram
- Bea Cukai: Miras Ilegal Rugikan Negara Rp35 M
- Presiden Dipastikan Sulit Cari Calon Gubernur BI
- Mandiri Bidik 20% Pangsa Pasar Listrik Prabayar
Kurs BI :












