

(inilah.com/Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia
hingga Oktober 2008 mencapai 5,10 juta orang atau naik 13,07% dibandingkan periode tahun lalu sebanyak 4,51 juta orang.
Menurut Kepala BPS Rusman Heryawan, jika dua bulan ke depan jumlah wisman masing-masing mencapai 500 ribu orang, maka angka enam juta berpotensi dicapai pada akhir 2008. Padahal,
target wisman pada 2008 diharapkan mencapai 7 juta orang.
Jika Indonesia berhasil menembus angka itu, lanjutnya, berdampak sangat besar terhadap perekonomian. "Dalam sejarah, kalau wisman sampai 6 juta orang, itu pertama kali," ujarnya.
Peningkatan sektor pariwisata, kata Rusman, seiring dengan program Visit Indonesia Year 2008. Namun, menurutnya, program itu baru berdampak signifikan pada peningkatan jumlah wisman pada 2009.
"Tidak serta merta karena ini bentuk investasi mencitrakan Indonesia kembali," katanya.
Terlebih lagi, tambah dia, peristiwa teror di Mumbai, India, dan konflik politik di Thailand berpeluang besar bagi Indonesia.
"Bukannya kita senang atas peristiwa itu, tapi ini membuka peluang bagi pariwisata Indonesia. Sama halnya saat bom Bali yang membuat wisatawan beralih ke negara-negara tetangga," ujarnya.
Rusman menjelaskan jumlah wisman ke Indonesia pada Oktober mencapai 529,4 ribu orang atau naik 21,34% dibanding Oktober tahun lalu yang sebanyak 436,3 ribu orang. Dibandingkan angka September, jumlah wisman Oktober meningkat 5,66%.
"Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada Oktober naik 25,67% dibanding bulan yang sama tahun 2007, yaitu dari 347,6 ribu orang menjadi 436,8 ribu orang," paparnya.
Begitu pula jika dibandingkan dengan pencapaian September, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk mengalami kenaikan sebesar 6,33%.
Untuk wisman ke Bali pada Oktober naik 23,59% dibanding Oktober 2007. Sedangkan jika dibandingkan September, jumlah wisman ke Bali turun tipis 0,06%, yakni dari 189,2 ribu orang menjadi 189,1 ribu orang pada Oktober 2008.[tra]
- Cermati Pengalihan Utang RI
- BI Rate Turun Jadi 6,75%
- Inilah Asumsi Makro RAPBNP 2009
- BI Rate Berpeluang Turun Jadi 6,75%
- Yes! Rupiah Menguat di Rp 10.175
- BPS: Inflasi Juli Masih di Bawah 4%
- Miranda: BI Rate Berpeluang Turun
- Rupiah Dibuka Naik ke Rp 10.175 Per US$
- Inflasi Rendah Untungkan SBY-Boediono
- BI: Ada Ruang BI Rate Turun
- BPS: Juni 2009 Inflasi 0,11%
- Rupiah Menguat 87 Poin
- BI: Rupiah ke Depan Terus Membaik
- BI: Pertumbuhan Ekonomi 2009 Hanya 4%
- Yes! Rupiah Terkerek 20 Poin
