

(inilah.com/Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta - Kalangan perbankan akan menurunkan bunga kredit sejalan dengan penurunan bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 9,25%.
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib menyambut baik penurunan suku bunga yang dilakukan BI ini. "Langkah BI ini memberi sinyal bahwa ke depannya BI akan menurunkan bunga acuannya. Ini sesuai dengan ekspektasi," katanya di Jakarta, Jumat (5/12).
Penurunan ini, kata Kostaman, akan menurunkan bunga bank baik bunga deposito maupun bunga kredit yang cukup tinggi. Sedangkan penurunan bunga repo menjadi BI rate plus 50 basis poin bisa menjadi pendorong bank-bank mencari likuiditas ke BI. "Apalagi, kondisi di interbank masih tersegementasi, di mana ada beberapa bank yang tidak mau meminjamkan likuiditasnya untuk bank lain karena khawatir soal pengembalian dana tersebut," paparnya.
Dengan kondisi interbank saat ini, lanjut Kostaman, ban yang meminjamkan likuiditas juga memasang bunga yang tinggi untuk menutupi resiko.
Kostaman menuturkan ketidakpercayaan bank-bank di transaksi interbank ini seharusnya bisa diselesaikan melalui penjaminan dana-dana yang berputar di interbank.
Sebelumnya, Direktur Treasury dan Internasional BNI, Bien Subiyantoro mengatakan sudah sepantasnya turun karena laju inflasi secara nasional mulai mereda yang diikuti oleh penurunan harga komoditas internasional. Selain itu didukung oleh penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah dari Rp6.000 menjadi Rp5.500 per liter.
Bien menuturkan dengan penurunan BI Rate, maka perbankan bisa menyesuaikan suku bunga kredit bagi para pengusaha UMKM.
"BI Rate harus diturunkan sehingga bunga kredit bisa disesuaikan oleh bank. Dengan bunga kredit yang rendah diharapkan mampu menyerap kredit. Namun, tetap menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dan bank tetap prudent dalam menyalurkan kredit," jelasnya. [*/cms]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Sebungkah Harapan dari Rupiah
- AS & Australia Debt Swap Utang RI?
- Wah! Anggaran Diknas Dipindah ke Depag
- Yes! Italia Hapus Utang Indonesia
- BCAF Punya Alternatif Lunasi Obligasi
- Awas, Pelarian Dana Perbankan
- Rupiah Tunggu Bunga Pinjaman Turun
- Rupiah Kembali Terguncang
- Inilah Bank Agen Resmi Reksadana!
- Depkeu Lelang SUN Rp 3 T
- BNI Terintegrasi ke ATM Jepang
- Wah! Rupiah Tembus Rp 11.000 Lagi
- Tidak Jalankan PNPM, Tuntut Pemda
- Inilah Realisasi APBNP 2008!
- Wuih! KPK Usik Rekap Bank 1998