

INILAH.COM, Jakarta - Permadi sempat menantang Rizal Mallarangeng untuk adu santet karena menganggap konsultan politik SBY itu sudah keterlaluan menyerang Prabowo. Namun di saat SBY mengaku ada yang menyihirnya, Permadi mengatakan tidak melakukannya.
"Kalau aku (yang menyantet), ya langsung mati dia," canda Permadi yang gemar berpakaian hitam-hitam itu saat dihubungi INILAH.COM, Sabtu (4/7).
Permadi yang meminta SBY membuktikan ucapannya, melihat ada sinyal kepanikan dari gang Cikeas. Sebab belakangan SBY dan timnya banyak disorot terkait Gerakan Satu Putaran (Gestapu) Pilpres, hingga isu SARA, yang bisa mempengaruhi pemilih SBY.
"Mungkin dia sudah panik karena secara pasti dia tahu dukungan buat dia semakin berkurang. Sekarang ini kan semua anak buahnya panik, Andi Mallarangeng juga panik," urai Permadi.
Dalam pernyataannya kemarin, SBY tak secara langsung menyebut pelakunya. Namun jelas-jelas SBY mengaitkan soal sihir dengan musim pemilu dengan menyebut banyaknya penggunaan ilmu sihir pada momen tersebut.
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Permadi yang berada di pihak lawan politik SBY itu pun merasa gemas dengan pernyataan SBY.
"Itu jelas-jelas pembdohan karena seperti minta dikasihani. Hanya cari simpati seolah-olah terzalimi," cetusnya. [fiq/ana]
- 'KPK Lemahkan Posisi Politik PDIP-Golkar'
- Lily Wahid Serukan Muktamar PKB
- NU Diminta Tak Bahas PKB di Muktamar
- TK: Ideologi PDIP dan PD Sejalan
- Kinerja Panitia Lokal Muktamar NU Belum Maksimal
- SDA: Tahanan Teroris Akan Diasingkan
- TK Tegaskan Koalisi Pasca-Kongres PDIP
- Menag: Ponpes Bukan Penyuplai Teroris
- Ical: Tahun Belakangnya 4, Golkar Nomor 1
- Ical: Bagus PDIP Masuk Koalisi
- Marzuki Alie Siap Jadi Ketum Demokrat
- Politik Pencitraan Istana Tertunda
- Jaja Dimakamkan di Lebak Hari Ini
- Ical Beri Bantuan Hukum Buat 12 Kader Golkar
- Muhammadiyah Hentikan Kerja Sama dengan Asing
Kurs BI :












