
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12613.3

(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Surabaya - Calon Presiden Jusuf Kalla mengakhiri masa kampanyenya dengan menggelar pertemuan dengan para pengusaha etnis Tionghoa. Pertemuan ini sekaligus menepis tudingan JK anti terhadap etnis Tionghoa.
JK yang datang didampingi istri, Ny. Mufidah itu mendapat sambutan hangat dari kalangan pengusaha Tionghoa yang memadati ruangan di gedung Empire Palace, Surabaya, Sabtu (4/7) malam.
Beberapa saat setelah JK memasuki ruang pertemuan pukul 20.00 WIB, para tamu diberi suguhan berupa tayangan masa kecil JK di Sulawesi Selatan hingga kiprahnya di dunia politik melalui layar lebar. Setelah itu, JK dan tamu undangan menonton penampilan berupa tarian kontemporer yang menggabungkan budaya Tionghoa dengan Madura.
Panitia penyelenggara Yudi Prayanto menjelaskan, dalam pertemuan itu sedikitnya 1.500 pengusaha etnis Tionghoa di Surabaya turut hadir. "Pak JK sebelumnya juga bertemu dengan para pengusaha etnis Tionghoa di Medan dan Jakarta," katanya.
Sementara itu, Ketua Komite Tionghoa Indonesia Peduli Pemilu Hendy Nayogo menambahkan pertemuan itu untuk mendekatkan etnis Tionghoa dengan demokrasi di Indonesia. "Oleh sebab itu, kami perlu menyambut Pak JK dengan 'Ye Fa Ye Hao' yang kalau diindonesiakan berarti lebih cepat, lebih baik," tandasnya.
Dalam dialog tersebut, JK mengungkap untuk memajukan perekonomian ada dua syarat, yakni investasi pemerintah dan swasta harus naik. "Bangsa ini sebenarnya punya kekuatan karena kekayaannya melimpah dan potensi sumber daya manusia juga cukup baik," tegasnya. [*/ton]
- Mega Bangga 'Kartini' Ramaikan Pilkada Sulut
- Ssst! Pimpinan Muhammadiyah Juga Merokok
- Eksepsi PKB Cak Imin Ditolak, PKB Gus Dur 'Menang'
- Mega & TK Saling Membutuhkan
- Pelototi PK TPI, Karyawan 'Tebar' Bunga Mawar
- Fatwa Rokok Sifatnya Sunnah
- SDA: Fatwa Harusnya Arif
- SDA No Comment Soal Pencopotan Sebagai Menag
- Skandal Miranda Bisa Seruduk Mega?
- FUI: yang Diuntungkan Obama Hanya SBY
- Presiden Perintahkan Menteri Respon Surat DPR Soal Century
- KPK Bisa Panggil SBY
- Tifatul Persilahkan Posisinya Dikocok Ulang
- FUI Anggap Obama Tak Beda dengan Bush
- SBY Terima Surat Hasil Pansus












