Senin, 16 November 2009
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 US Dollar = Rp.9348
 
Ekonomi
 
11/07/2009 - 12:59
Saham BUMI Sepekan Stagnan
Asteria

(inilah.com /Agung Rajasa)

BUMI mengawali perdagangan hari pertamanya, Senin (6/7), dengan anjlok 5% ke level Rp 1.710. Sentimen negatif berasal dari harga minyak mentah yang turun ke level US$ 65,16 per barel.

Saham sektor pertambangan pun berguguran, memimpin jatuhnya bursa dengan anjlok 4,34%. Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,94% ke level 2.035,010, didukung kekhawatiran pasar menjelang pilpres, terutama terkait masalah ketidakberesan daftar pemilih tetap (DPT), yang menimbulkan ekspektasi bahwa pemilu bisa diundur.

Namun, antisipasi pasar sebelum pilpres mampu mendongkrak bursa. Pada Selasa (7/7), IHSG ditutup melesat 2,37% ke level 2.083,247, seiring kepastian pemilihan presiden tetap akan dilangsungkan. Investor pun mengakumulasi saham-saham dengan ekspektasi rally usai pemilu.

Pertambangan menjadi sektor yang memberi kontribusi terbesar pada naiknya bursa, dengan melejit 5,9%. Kenaikan ini merespon reboundnya harga minyak di pasar Asia ke level US$ 64,23 setelah sebelumnya berakhir turun level US$ 64,04 per barel. Saham-saham unggulan dari sektor tambang mengalami kenaikan dan tercatat dalam top gainer.

PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp1400 ke Rp 19.850, PT Bukit Asam (PTBA) melesat Rp 650 di level Rp 11.550, dan PT Bayan Resources (BYAN) naik Rp 200 menjadi Rp 5.450. Demikian pula BUMI melesat Rp 190 menjadi Rp 1.900. Volume transaksi BUMI tercatat 531 juta lembar, senilai Rp 965 miliar dengan frekuensi 13.196 kali.

Usai pelaksanaan pemilu presiden yang lancar serta sesuai ekspektasi, Bursa Efek Indonesia pada Kamis (9/7) terbukti mengalami eforia. IHSG melesat pada sesi pertama. Namun hal ini hanya berlangsung sesaat. Tekanan jual marak terjadi hingga IHSG hanya ditutup naik tipis 0,03%. Salah satu faktor penekan bursa adalah merosotnya harga minyak mentah US$ 60,14 per barel

BUMI pun kembali ditutup turun Rp 50 ke level Rp 1.850, setelah sebelumnya menyentuh angka terendah di Rp 1.810. Adapun saham ini terpantau sangat aktif diperjualbelikan, dengan nilai transaksi Rp 1,05 triliun, volume 563 juta lembar dan frekuensi 12.639 kali.

Sedangkan pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (10/7), BUMI kembali melanjutkan pelemahan. Anak usaha Bakrie ini ditutup terkoreksi 50 poin di angka Rp 1.800, level yang sama dengan penutupan pekan lalu.

IHSG pun ditutup terkoreksi 1% ke level 2.063,094, dengan semua sektor memerah. Investor cenderung mengantisipasi laporan keuangan kuartal kedua dan semester pertama 2009 dari emiten-emiten. Sektor pertambangan anjlok dipicu turunnya harga minyak mentah ke level US$ 59 per barel.

Kabar terbaru tentang BUMI adalah bahwa perseroan akan bekerjasama dengan pemda NTB untuk membeli 10% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Pembelian sebesar US$ 391 juta atau sekitar Rp 4 triliun ini akan dilakukan melalui anak usahanya PT Multicapital.

Selain itu, BUMI juga akan membangun pabrik pengolahan dan pemurnian emas tembaga senilai Rp 5-6 triliun. Pihak BUMI juga berkomitmen untuk membantu pemda menguasai saham NNT hingga 51%. [E1]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !