Senin, 16 November 2009
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 US Dollar = Rp.9348
 
Ekonomi
 
11/07/2009 - 17:34
IHSG Sepekan Bergerak Sempit
Tarik Menarik Euforia Pilpres-Minyak
Asteria

(inilah.com/ Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta – Bervariasinya sentimen di lantai bursa sepanjang pekan ini memicu terjadinya tarik-menarik antara euforia pilpres dan turunnya harga minyak mentah serta volatilitas bursa global. Indeks saham ikut tertekan dan bergerak di kisaran terbatas 2.063-2.075.

Memasuki masa tenang menjelang pilpres awal pekan lalu, persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih menjadi persoalan. Dua kubu dari Mega-Prabowo dan JK-Wiranto meminta KPU menyelesaikan masalah ini sebelum Pilpres.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun melemah dengan turun 1,94% ke level 2035,01. Ada kekhawatiran jadwal Pilpres ditunda, sehingga menimbulkan ketidakpastian.

Apalagi libur bursa WallStreet sejak Jumat pekan lalu memperingati Independence Day, membuat bursa Asia kehilangan arah. Sentimen negatif lain berasal dari turunnya harga minyak mentah ke US$ 65,16 per barel, paska pemerintah AS melaporkan angka pengangguran naik ke level tertinggi 26 tahun. Hal ini memberi sinyal permintaan minyak AS akan merosot.

Pelaku pasar di awal pekan lebih banyak melakukan aksi jual saham terutama di sektor pertambangan. Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain saham ITMG turun 5,63%, PTBA turun 4,39%, ISAT turun 4,55%, AALI turun 2,01% dan HMSP turun 3,23%.

Hanya corporate action emiten yang men-drive bursa, antara lain pembagian dividen seperti cum date dividen TLKM yang dimajukan sehari menjadi 6 Juli dari semula 7 Juli, mendorong akumulasi beli saham.

Namun, Selasa (7/7) sehari sebelum pilpres, IHSG kembali melesat dengan menguat 2,37% ke level 2083,247. sebagian besar para pelaku pasar optimis hasil pilpres akan membawa dampak positif bagi bursa saham sehingga melakukan aksi beli yang cukup marak.

Hal ini seiring keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengizinkan pemilih tidak terdaftar, bisa menggunakan hak suarannya dengan hanya membawa KTP dan kartu keluarga (KK).

Namun

Harga minyak dunia yang kembali melemah ke level US$ 64,04 per barel, ternyata tidak menyurutkan minat investor untuk mengakumulasi saham-saham pertambangan. Emiten-emiten ini pun berhasil melaju di zona positif dan menjadi top gainer.

BUMI pada hari kedua pekan ini pun menguat 11%, ITMG naik 7,59%, PTBA naik 5,96%, UNTR naik 2,49%, dan BYAN naik 3,81%. Upgrade peringkat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Morgan Stanley atas sektor tambang batubara menjadi katalis kenaikan saham ini.

Sementara antisipasi pemodal atas suksesnya pemilu satu putaran terlihat jelas pada lonjakan saham SMCB karena akan nantinya diuntungkan oleh rencana pemerintahan SBY untuk menggenjot anggaran pembangunan infrastruktur.

Pilpres yang berlangsung aman Rabu (8/7) dan sesuai ekspektasi dengan hasil Quick-count yang dirilis enam lembaga survey menunjukkan kemenangan telak pasangan Capres-Cawapres SBY-Boediono masih belum berimbas positif pada indeks saham keesokan harinya.

IHSG pada Kamis (9/7) hanya naik super tipis 0,03% ke level 2.083,974, setelah bergerak cukup liar selama perdagangan. Euforia yang mengantar indeks menyentuh level tertingginya di 2.116, hanya berlangsung sesaat. Setelah itu, IHSG lebih banyak bergerak tipis di sekitar zona kuning.

Indikasi penurunan sebenarnya telah terlihat ketika investor asing secara konsisten membukukan transaksi net sell dalam tiga hari terakhir. Minat jual investor masih terlihat cukup besar, apalagi harga minyak terus merosot ke level US$ 60,14 per barel.

Aksi heroik dua saham unggulan seperti ASII dan BBRI berhasil menyelamatkan bursa dari kejatuhan yang lebih dalam. Selain itu juga terimbas dibukanya suspensi panjang saham FREN setelah perseroan mulai mencicil bunga obligasi yang default.

Saham-saham unggulan yang tercatat naik antara lain ASII menguat 9,15%, GGRM naik 3,32%, BBRI naik 9,23%, UNVR naik 2,99%, dan FREN naik 36%. Sedangkan saham-saham yang tergelincir antara lain TLKM turun 4,68%, ITMG turun 2,02%, AALI turun 2,03%, GDYR turun 4%, dan PTBA turun 2,60%.

Di hari terakhir perdagangan, IHSG gagal berlabuh di teritori hijau akibat badai profit taking dari investor asing di emerging market dan trend turunnya harga komoditas 1% ke level 2.063,094. Saham-saham unggulan yang tercatat turun antara lain ITMG turun 4,37%, ASII turun 2,34%, BBRI turun 4,23%, ADMF turun 5,81%, dan BYAN turun 3,67%. [E1]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !