

(istimewa)
INILAH.COM, Palembang - Pengembang lapangan pertama Lapangan Tampi Blok Merangin II KKKS PT Sele Raya Merangin Dua (SRMD) bakal berproduksi minyak sekitar empat bulan lagi.
Selama ini, mereka sudah mendapat izin eksploitasi dan sekarang akan berproduksi, kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel, Akhmad Bakhtiar Amin, di Palembang, Selasa (14/7).
Menurut dia, sehubungan dengan bakal berproduksinya itu, maka mereka harus menyampaikan dulu informasi sebelum melakukan kegiatan tersebut. "Jadi, sifatnya hanya menginformasikan saja bahwa mereka akan melakukan kegiatan itu," katanya.
Ia menyatakan, selanjutnya setelah ini menunggu persetujuan menteri. "Mengenai kandungan minyak di lapangan tersebut sampai saat ini belum disampaikan, tetapi secara global sekitar enam juta barel," ujarnya.
Ia mengatakan, mengenai berapa tahun umurnya, tergantung produksi dari perusahaan itu, kalau produksi satu hari katakanlah 500 ribu barel berarti 12 tahun usianya.
Di Sumsel saat ini ada tujuh perusahaan yang sudah berproduksi antara lain Conoco Philip dan Medco.
Ia mengakui, lapangan itu tidak semua tempat sama, ada yang mudah dan ada yang agak sulit, karena kondisi wilayah berbeda-beda.
Kemudian ada yang sudah beberapa kali sismik, tetapi tidak dapat dan ada yang begitu dapat cadangannya besar. Selanjutnya ada yang mudah dapat, tetapi cadangannya dalam lima tahun habis, namun khusus di Sumsel rata-rata cadangannya diatas 10 tahun, ujarnya pula.
Sampai saat ini belum ada yang habis di bawah 10 tahun, tetapi lebih 20 tahun. Pengembangan Lapangan Tampi Blok Merangin II KKKS PT SRMD itu berada di daerah perbatasan Kabupaten Musi Banyuasin, Musi Rawas dan Kabupaten Sarolangun, Jambi. [*/cms]
- Target Investasi Baru US$12 M
- PLN Setuju sebelum Pengembangan
- Ekonom: Minyak Tak akan Tembus US$100 per barel
- Pengembangan PLTP Lebih Mudah di Hutan Lindung
- Pemerintah Minta Konsumen Serahkan Data Kebutuhan Batubara
- Pertamina EP Incar Produksi 1 Jt bph
- Minyak Asia Turun di Bawah US$82
- Listrik Panas Bumi 2025 Ditargetkan Capai 9500MW
- Indonesia Impor Gas dari Qatar & Nigeria
- ESDM Tawarkan Model Kontrak CBM Baru
- Pemerintah Tetap Impor Gas
- Harga Minyak Kembali Tembus US$82
- OPEC Naikkan Perkiraan Permintaan Minyak 2010
- Pusri Masih Sulit Penuhi Kebutuhan Gas
- DPR: TDL Naik Karena Margin PLN 8% Ditolak?
Kurs BI :












