
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.14175.3

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Penguatan di sesi awal, gagal bertahan. IHSG pun terporosok menembus angka 2.400. Aksi jual pada saham BUMI telah mengerem pergerakan positif bursa.
Pada perdagangan Selasa (10/11), IHSG
ditutup turun 24,479 poin (1,02%) ke level 2.381,955. Indeks saham unggulan LQ 45
melemah 4,507 poin (0,95%) ke level 468,201 dan indeks JII
turun 0,9% ke level 385.76.
Bursa saham Indonesia dibuka menguat 0,67% ke level 2.422 dan bergerak turun hingga sesi siang berada di level 2.506, masih di teritori positif. Namun, koreksi bursa terus berlanjut sehingga IHSG tertekan menembus level 2.400 dan ditutup di 2.381.
Seorang pengamat bursa mengatakan, IHSG bergerak melemah dipicu berbagai sentimen negatif dari pasar domestik, salah satunya masalah kepastian hukum terkait pertikaian polisi dan KPK. Masalah ini membuat investor mencermati kondisi dalam negeri. “Investor pun melepas sahamnya sehingga bursa melemah,” ujarnya.
Sedangkan dari eksternal, harga komoditas yang kembali melemah, setelah tadi pagi sempat menguat, telah merontokkan saham berbasis tambang. Hal ini mengingat banyaknya emiten sektor ini di lantai bursa.
IHSG pun bergerak anomali dengan penguatan bursa Asia dan bursa Wall Street. “Bursa kawasan menguat seiring hasil pertemuan G20, yang memutuskan untuk mempertahankan stimulus,” timpalnya.
Beberapa saham dari sektor infrastruktur, seperti PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Indosat (ISAT), dan PT Unilever (UNVR) menguat dan berada di jajaran top gainer, namun gagal mempertahankan IHSG di zona positif.
Koreksi bursa didukung jatuhnya saham-saham unggulan, dipimpin PT Bumi Resources (BUMI). Tekanan jual terjadi pada emiten berbasis batubara ini menyusul kekhawatiran pasar atas rencana perseroan menerbitkan obligasi.
BUMI anjlok Rp150 ke level Rp2.150 dan mendominasi pergerakan bursa. Tak heran mengingat nilai transaksi yang mencapai Rp1,143 triliun per lembarnya, atau 33,9% total perdagangan. Saham BUMI terus mendapatkan tekanan jual setelah mengumumkan penerbitan obligasi US$300 juta.
Hampir semua sektor melemah, kecuali infrastruktur yang masih menghijau. Sektor perdagangan memimpin pelemahan dengan jatuh 3,16%, disusul tambang yang merosot 2,8%, aneka industri 1,7%, properti 1,6%, manufaktur dan finansial 0,8%, industri dasar 0,7%, perkebunan 0,3% dan konsumsi 0,1%.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat volume transaksi sebesar 4,201 miliar lembar saham, senilai Rp 3,372 triliun dengan frekuensi 83.723 kali. Sebanyak 41 saham naik, 175 saham turun dan 43 stagnan.
Emiten-emiten yang melemah antara lain PT Astra International (ASII) turun Rp550 menjadi Rp31.050, PT Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 300 menjadi Rp23.000, PT United Tractor (UNTR) turun Rp200 menjadi Rp15.500, dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp100 menjadi Rp7.350.
Demikian pula PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp100 menjadi Rp2.200, PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp200 menjadi Rp11.750 dan PT Energi Mega Persada (ENRG) terkoreksi Rp25 di posisi Rp275.
Sedangkan beberapa emiten yang menguat antara lain PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp100 menjadi Rp8.750, PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp25 menjadi Rp4.750, PT Central Proteinaprima (CPIN) naik Rp25 ke Rp2.200, PT Indosat (ISAT ) naik Rp100 ke Rp5.150, dan PT Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp50 menjadi Rp2.425.
Sore ini, bursa-bursa regional didominasi kenaikan, mengikuti Wall Street dinihari tadi.
Indeks Komposit Shanghai naik 3,03 poin (0,10%) ke level 3.178,61, indeks Nikkei-225 naik 61,74 poin (0,63%) ke 9.870,73. Indeks Hang Seng naik 60,61 poin (0,27%) ke level 22.268,16. Indeks KOSPI naik 5,51 poin (0,35%) ke level 1.582,30 dan indeks Straits Times naik 5,75 poin ke level 2.699,13. [mdr]
- Laba Bersih Polysindo Tumbuh 357,57%
- Konsen Ekonomi AS, Bursa Asia Mixed
- Global Mediacom Buyback 14,29 Jt Saham
- Cermati Sektor Telekomunikasi
- Elnusa Targetkan Pendapatan Rp4,52 T
- NAB Reksadana Per Oktober Capai Rp108,5 T
- IHSG Hanyut Terseret Regional
- Subdebt BRI Tawarkan Yield 11% & 11,9%
- BRI Terbitkan Subdebt Rp3 Triliun
- Pemerintah Restrukturisasi Utang BPUI
- Ups! IHSG Sesi I Ditutup Turun 6,79 Poin
- Pasca Konversi, Saham BUMI Menuju 4.000
- Inilah Saham Pilihan Hari Ini!
- Bakal Profit Taking, IHSG Dibuka Naik 5,16 Poin
- Transaksi Obligasi Konversi BUMI Tuntas Hari Ini












