
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Restrukrisasi utang Rp761 miliar dan konversi obligasi Rp675 miliar PT Mobile 8 diharapkan bisa memperbaiki kondisi pembukuan PT mobile 8 Tbk (FREN).
Corporate Secretary PT Mobile 8 Tbk Chris Taufik mengatakan, pada RUPS 30 Oktober lalu pemegang saham setuju untuk konversi obligasi ke saham setinggi-tingginya Rp675 miliar dan retrukrisasi utang Rp761 miliar. "Dengan skema ini diharapkan akan perbaiki kinerja keuangan apalagi bila banyak pihak lakukan konversi sehingga kinerja laba rugi akan membaik," ujar Chris, Rabu (11/11). Menurutnya, saat ini kerugian mobile 8 terbesar pada beban usaha.
Direktur Utama FREN Merza Fachys mengatakan, pihaknya akan mengencourage kreditor untuk konversi saham. "Kurang lebih 55% sudah confirm dan 45% sudah dalam tahap diskusi, mudah-mudahan secepatnya," ujar Merza.
Ia menuturkan konversi utang ke saham ini diharapkan bisa memperbaiki struktur keuangan dan ekspansi lebih baik.
Saat ini total utang sekitar Rp1,4 triliun dengan struktur hutang usaha Rp 761 miliar dan obligasi setinggi-tingginya Rp675 miliar. Harga konversi Rp65 dengan nilai nominal saham 50. Mobile 8 memiliki hutang antara lain ke Samsung Corporation, PT Moratel dan Inti Bangun Sejahtera.
Chris mengatakan, pihaknya akan menggenjot pertumbuhan pelanggan dari 3,1 juta pelanggan menjadi 4 juta pelanggan pada akhir tahun. Pihaknya pun terus menggenjot pendapatan dengan meluncurkan Fren Duo dan Mobi. [hid]
- Eropa Bantu Yunani, Asia Lega
- Pacific Asia Holding Lepas 7,24% Saham Matahari
- Anak usaha Trikomsel Oke Beroperasi 1 April 2010
- Pelepasan Aset Matahari Bukan ke Pihak Ketiga
- Akhirnya, Krakatau Boleh Melantai
- BTEL Jawara 10 'Top Foreign Buy'
- Ical: Keluarga Bakrie Hanya Minoritas di Group Bakrie
- Inilah 10 'Top Foreign Sell' Hari Ini
- Rebound Asia Angkat IHSG
- Trikomsel Bakal Buat Anak Usaha
- Ha! WIKA Likuidasi Anak Usahanya
- Pemerintah Bangun Dua Pabrik Senilai Rp160 M
- Hore! IHSG Ditutup Naik 13,92 Poin
- Saham Properti Prospektif Meski Terguncang
- Danareksa Bakal Ubah Model Bisnis?












