Rabu, 10 Februari 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12841.4
 
Ekonomi
 
11/11/2009 - 18:03
Antam Putuskan Keluar dari Konsorsium Newmont

(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - PT Antam Tbk (ANTM) memutuskan untuk tidak berpartisipasi di dalam konsorsium Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (Pemda NTB) untuk pembelian divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT), yang saat ini mengoperasikan tambang tembaga dan emas di Batu Hijau, Indonesia.

Keputusan ini diambil menyusul tidak tercapainya kesepakatan antara Antam dengan Pemda NTB selaku pihak yang memimpin (lead) dalam pembelian saham divestasi PT NNT. Dalam rilisnya Rabu (11/11) ini, Direktur Utama Antam, Alwin Syah Loebis, mengatakan salah satu strategi usaha Antam adalah melakukan akuisisi yang dapat memberikan nilai tambah.

Sejalan dengan strategi usaha tersebut, manajemen Antam berkeinginan untuk memperoleh kepemilikan minimal 15,5% saham PT Newmont Nusa Tenggara. "Dengan tidak terpenuhinya strategi usaha tersebut, maka kami memutuskan untuk tidak berpartisipasi di dalam Konsorsium Pemda NTB untuk

pembelian saham tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan surat Menteri Keuangan RI No. S-683.1/ MK.06/2009 tanggal 9 November 2009 dan surat Menteri Negara BUMN No.S 802/MBU/2009 tanggal 10 November 2009 perihal Penawaran Saham PT NNT, Antam dapat melakukan pembelian saham divestasi PT NNT bersama Konsorsium Pemda NTB dengan mengacu pada mekanisme korporasi dan sesuai

ketentuan yang berlaku. Antam telah melakukan perundingan dengan Konsorsium Pemda NTB terkait pembelian saham divestasi PT NNT tersebut. Pemda NTB selaku pihak yang

ditunjuk Pemerintah sebagai pemimpin (lead) konsorsium untuk pembelian saham divestasi PT NNT tahun 2006 – 2010 sebesar 31% menawarkan skema, Antam 37,5%, PT Multi Capital 37,5% dan Pemda NTB 25%.

Berdasarkan kajian strategi bisnis Antam dalam pembelian saham divestasi PT NNT ini, Antam telah mengajukan skema pembelian minimal 15,5% atau 50% dari keseluruhan saham divestasi PT NNT tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 yang berjumlah 31%. Namun usulan tersebut tidak dapat diterima oleh Pemda NTB. Dengan tidak tercapainya

kesepakatan atas usulan Antam untuk membeli minimal 15,5% saham divestasi PT NNT, maka setelah melalui kajian internal Antam terutama dari aspek komersial, maka manajemen

Antam memutuskan untuk tidak ikut berpartisipasi dalam konsorsium Pemda NTB untuk pembelian saham divestasi PT NNT.

Namun ke depan, apabila konsorsium Pemda NTB mempunyai pertimbangan lain, Antam siap untuk bekerjasama. Manajemen terus mengupayakan proyek-proyek lain untuk dapat meningkatkan nilai tambah perusahaan, termasuk kemungkinan investasi dalam inisiatif-inisiatif akuisisi lainnya.

Per 30 September 2009, Antam memiliki nilai kas dan setara sebesar Rp3,006 triliun dengan rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) sebesar 8%. Antam saat ini siap melakukan investasi untuk bertumbuh. [cms]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !