

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Publik kini menanti rekomendasi tim 8 ke Presiden SBY. Bila Presiden SBY tak menjalankan rekomendasi, maka Tim 8 akan menjadi bumerang yang menjatuhkan SBY.
"Saya kira bukan soal hukum Chandra dan Bibit saja, tapi juga soal lainnya seperti skandal Century. Kalau presiden membiarkan dan salah mengambil posisi, ia bisa saja jatuh. Meski terlalu dini memprediksi SBY bakal lengser, namun kewaspadaan itu perlu ada," kata pengamat politik UI Boni Hargens kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (16/11).
Polemik antar KPK dan Kepolisian, juga melebar ke Kejaksaan dan kini imbasnya ke tim 8, adalah puncak dari kekusutan sistem hukum di Indonesia. Hukum terkontaminasi dengan kepentingan politik kepentingan para elit.
"SBY juga mesti melihat dampak jauh ke depan. Artinya, secara politis people power juga tak akan menguntungkannya. Makanya, SBY harus mendukung aspirasi publik secara moral dan hukum. Bukan intervensi, karen ini kepentingan banyak orang," papar Boni.
Boni khawatir, citra buruk aparat penegak hukum di mata masyarakat berimplikasi pada presidensial. Publik cenderung skeptis, apatis terhadap sistem dan kelembagaan hukum.
"Ini adalah kumpulan dari bermacam persoalan, bukan perkara Chandra dan Bibit saja, tapi juga Century, yang mengindikasi ada kejahatan perbankan dan kebijakan politis," tandasnya. [ikl/mut]
- Susno Diperiksa Propam Mabes Polri
- PKS Minta Saat UN Siswa dan Guru Tak Bawa HP
- HNW Nilai Burnap Ajarkan Demokrasi di DPR
- PKS: UN Harus Diawasi Agar Tak Melenceng
- Ical: Burnap Tak Pernah Tinggalkan Golkar
- Boediono Tak Khawatir Soal UN Bocor
- Robert Tantular Kembali Diperiksa KPK
- DPR: Burnap Selalu Semangat Pimpin Rapat
- Tinjau Kesiapan UN, Boediono Sidak Toilet
- 'Said Aqil, Gus Sholah Nggak Pede Temui SBY'
- Jenazah Burnap Tiba di DPR
- PKS Akui Dukungan ke SBY Pecah
- Wapres Boediono Cek Kesiapan UN di SMA 70 Jakarta
- Burnap di Mata Putra Bungsunya
- SBY Buka Muktamar NU, Makassar Steril Demo
Kurs BI :












