
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Saat menjabat sebagai juru bicara kepresidenan, Andi Mallarangeng bergabung dengan Partai Demokrat. Apakah hal ini juga akan terjadi pada staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang baru saja ditetapkan? Kemungkinan itu bisa saja terjadi.
“Ada harapan bisa didorong untuk berkiprah di masa depan. Memang ada kemungkinan, beberapa dari mereka bakal bergabung bersama Demokrat,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Bima Arya Sugiarto kepada INILAH.COM, di Jakarta, Sabtu (21/11).
Namun, doktor ilmu politik dari Australian National University ini tidak melihat adanya benturan kepentingan dan kewenangan dengan menteri yang ada di kabinet Indonesia Bersatu II. “Mereka ini kan komandonya di bawah Sekretaris Kabinet,” jelasnya.
Tugas berat pertama yang segera mungkin dilakukan staf khusus, yakni membantu SBY memberantas mafia peradilan. “Saya pikir isu-isu lingkungan juga mesti diperhatikan,” tegas Bima.
Staf khusus Presiden SBY terdiri dari 10 orang. Yakni, mantan Komisaris PT Pos Indonesia Andi Arief, Wakil Dekan Fisip UI Julian Adrian Pasha, staf khusus Bappenas Velix Wanggai, Kolonel Ahmad Yani Basuki, Dino Patti Djalal, Deny Indrayana, Sardan Marbun, Heru Lelono, Jusuf Wangkar, dan sosiolog Unair Daniel Sparringa. [nuz]
- HIPMI Pertegas Komitmen Industri Kecil
- Hatta Kukuhkan Pengurus DPP PAN 2010-2015
- Hatta: Demokrasi Kehilangan Makna
- Panser Mogok, Tol Jagorawi Macet Total
- Tolak PHK, Pers Tuntut Kebebasan Berserikat
- PPATK Cek Rekening Hatta Radjasa
- Kwik: Ragukan Data BPK, Parpol Dapat Tekanan
- Cetak Pemimpin Muda, HIPMI Gandeng Lemhanas
- AEPI, Lonceng Keruntuhan Mafia Berkeley
- Sukardi: Pansus Century Hanya Alat Tawar
- Dilupakan PAN, SB Getol Digilir Parpol
- Prabowo Pecat Desmon Jadi Sekretaris F Gerindra
- Posisi Politik Boediono-Sri Mulyani Sulit Selamat
- Lantik Pengurus Baru, PAN Lupakan SB
- Golkar: Kami Bisa Disambit!












