
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116

(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Saat menjabat sebagai juru bicara kepresidenan, Andi Mallarangeng bergabung dengan Partai Demokrat. Apakah hal ini juga akan terjadi pada staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang baru saja ditetapkan? Kemungkinan itu bisa saja terjadi.
“Ada harapan bisa didorong untuk berkiprah di masa depan. Memang ada kemungkinan, beberapa dari mereka bakal bergabung bersama Demokrat,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Bima Arya Sugiarto kepada INILAH.COM, di Jakarta, Sabtu (21/11).
Namun, doktor ilmu politik dari Australian National University ini tidak melihat adanya benturan kepentingan dan kewenangan dengan menteri yang ada di kabinet Indonesia Bersatu II. “Mereka ini kan komandonya di bawah Sekretaris Kabinet,” jelasnya.
Tugas berat pertama yang segera mungkin dilakukan staf khusus, yakni membantu SBY memberantas mafia peradilan. “Saya pikir isu-isu lingkungan juga mesti diperhatikan,” tegas Bima.
Staf khusus Presiden SBY terdiri dari 10 orang. Yakni, mantan Komisaris PT Pos Indonesia Andi Arief, Wakil Dekan Fisip UI Julian Adrian Pasha, staf khusus Bappenas Velix Wanggai, Kolonel Ahmad Yani Basuki, Dino Patti Djalal, Deny Indrayana, Sardan Marbun, Heru Lelono, Jusuf Wangkar, dan sosiolog Unair Daniel Sparringa. [nuz]
- Susno Ngaku Jadi Tamu di Mabes Polri
- Lily Wahid: Muhaimin tak Tahu Terima Kasih!
- Bibit Persilakan Anaknya Diproses Hukum
- Boediono Imbau Pemda Bentuk UKP4
- PD Sudah Lama Ingin Koalisi dengan PDIP
- Ulil Abshar-Abdalla Sebut Dirinya Gus Dur Muda
- Tumpak: Saya Bukan Kuda Troya
- Sri Mulyani Tak Akan Lindungi Gayus
- Wajah Sri Mulyani Murung Usai Dipanggil Presiden
- Demokrat Yakin Suara PKS Turun di 2014
- Mubarok: PDIP tak Akan Berkhianat Seperti PKS
- Tareqah An Nahdliyyah Bantah Keluar dari NU
- Mahasiswa Makassar Haramkan Kedatangan SBY
- TK: Kalau Oposisi Semua, Nggak Jalan Negara Ini
- TK: Wacana Koalisi Itu Dari Arus Bawah












