
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diprediksikan akan menindaklanjuti rekomendasi Tim 8. Sebab, SBY tidak mungkin akan membiarkan publik menilai dia melanggar hukum.
"Karena Tim 8 punya legitimasi yang kuat. Apalagi tim itu dibentuk presiden melalui Keppres," kata sosiolog Universitas Indonesia Thamrin Amal Tamagola, usai diskusi 'Menanti Keseriusan Pemerintah dalam Moratorium Pemekaran Daerah', yang digelar DPD RI, di Hotel Grand Preanger, Bandung, Sabtu (21/11).
Thamrin menilai SBY merupakan seorang birokrat yang agak sulit dan lamban dalam memutuskan sesuatu, termasuk urusan mendesak. Dia sangat peduli pada pencitraan dan merasa sangat riskan untuk mempertaruhkan.
"Hal berat hanya kasus Chandra dan Bibit. Maka, ke depan Wantimpres harus lebih diberdayakan agar tidak mudah membuat ad hoc," ujarnya.
Pernyataan SBY yang mengatakan ‘jangan paksa saya’, lanjut Thamrin, tidak dapat diartikan bahwa dia menolak rekomendasi Tim 8. "Tetapi hanya meminta waktu untuk berpikir menindaklanjuti rekomendasi tersebut," jelasnya.[ikl/nuz]
- HIPMI Pertegas Komitmen Industri Kecil
- Hatta Kukuhkan Pengurus DPP PAN 2010-2015
- Hatta: Demokrasi Kehilangan Makna
- Panser Mogok, Tol Jagorawi Macet Total
- Tolak PHK, Pers Tuntut Kebebasan Berserikat
- PPATK Cek Rekening Hatta Radjasa
- Kwik: Ragukan Data BPK, Parpol Dapat Tekanan
- Cetak Pemimpin Muda, HIPMI Gandeng Lemhanas
- AEPI, Lonceng Keruntuhan Mafia Berkeley
- Sukardi: Pansus Century Hanya Alat Tawar
- Dilupakan PAN, SB Getol Digilir Parpol
- Prabowo Pecat Desmon Jadi Sekretaris F Gerindra
- Posisi Politik Boediono-Sri Mulyani Sulit Selamat
- Lantik Pengurus Baru, PAN Lupakan SB
- Golkar: Kami Bisa Disambit!












