
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(istimewa)
INILAH.COM, Ampatuan - Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengutuk pembantaian massal di Filipina yang bermotif politis.
"Ini kejahatan yang keji dan terkutuk. Kami menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap keadilan benar-benar ditegakkan," demikian pernyataan tertulis Ban, seperti dikutip Yahoo, Rabu (25/11).
Korban yang kini telah mencapai 57 orang adalah bagian dari konvoi yang ikut menemani perempuan klan Mangudadatu untuk mendaftarkan diri mereka dalam pilkada tahun depan. Puluhan jurnalis ikut serta dalam konvoi ini yang berarak akhir pekan lalu.
Menurut penuturan korban selamat, konvoi itu dicegat 100 orang bersenjata yang langsung menembaki mereka tanpa ampun dengan M-16 dan senapan semi otomatis. Dua dari kendaraan konvoi dibuang begitu saja ke sebuah lubang besar.
Keluarga Mangudadatu menuding keluarga kuat lainnya, Ampatuan, bertanggung jawab atas insiden ini. Namun masih belum ada tersangka yang ditahan pihak kepolisian setempat. Kejadian ini membuat berang kalangan jurnalis internasional. [vin]
- Teken Kontrak Takkan Pakai
- Sst! Hitler Doyan Minum Viagra
- Reading, Kota dengan Bahasa Terbanyak
- PM Australia: Kami Bukan Bangsa Rasis!
- Yes! Korut Akhirnya Ingin Bebas Nuklir
- Tangkap Mantan Capres, Sri Lanka Dikecam
- MA Israel Dukung Penyelidikan Perang Gaza
- Sri Lanka Tangkap Mantan Capres
- RI Himbau Qatar Soal Perlindungan HAM
- 8.000 Perempuan di Kongo Diperkosa
- Pengedar Uang Palsu di Semarang Diringkus Polisi
- Iran Bangun 10 Pabrik Pengayaan Uranium
- China Desak Korut Rundingkan Nuklir
- Presiden Perempuan Pertama Kosta Rika
- PBNU Sambut Kedatangan Obama












