
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(istimewa)
INILAH.COM, New York - Harga minyak menguat pada perdagangan Rabu (25/11) seiring dengan pelemahan dolar AS dan data ekonomi AS yang positif.
Pada perdagangan New York Mercantile Exchange, minyak naik US$1,94 ke US$77,96 per barel untuk kontrak Desember.
Para analis memprediksikan, minyak akan bergerak volatil seiring dengan adanya libur panjang Thanksgiving, jelang akhir bulan, dan jelang akhir tahun ini.
Sementara itu, Energy Information Adminitration berencana mengumumkan cadangan simpanan minyak pekan lalu, jelang akhir hari ini. Para analis berharap jumlah permintaan meningkat yang dinilai dari naiknya pasokan minyak.
Data ekonomi seperti penjualan rumah baru dan klaim asuransi pengangguran, bergerak positif. Begitu pula dengan data belanja konsumen, semuanya jauh lebih baik dari ekspektasi para analis.
Pada perdagangan Nymex, harga minyak cair naik 0,97 sen ke US$1,96 per galon.
Di London, harga Brent untuk kontrak Januari naik 56 sen ke US$77,02 berdasar ICE Futures. [mre]
- 14 Hari Waktu Kontraktor Inventarisir Migas Berpotensi
- Inilah Kewajiban KKKS Dalam Kepmen Migas Baru
- Rio Tinto Buka Anak Usaha Lagi
- Ephindo Segera Umumkan Eksporasi Blok Sanggata I
- Antam dan PTBA Siap Ambil 7% Divestasi Newmont
- Pertamina 'Spin Off' Anak Usaha Hilir tak Efektif
- Pertamina Tambah Pasok Gas 30-35 MMSCFD ke PLN
- Badai Selamatkan Harga Minyak
- Harga Minyak Dibuka Naik di Atas US$71
- Pertamina Minta Setoran Dividen Diturunkan
- ICP Perlu Dirubah Setiap Tiga Bulan
- Menkumham Belum Izinkan Bayar 7% Divestasi Newmont
- Maret Pertamina Impor Solar 3 Jt Barel
- Produksi Minyak 2010 Ditargetkan 965 Rb Barel
- Prognosa Laba Semen Gresik Rp3,303,000












