
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(istimewa)
INILAH.COM, New York - Harga minyak menguat pada perdagangan Rabu (25/11) seiring dengan pelemahan dolar AS dan data ekonomi AS yang positif.
Pada perdagangan New York Mercantile Exchange, minyak naik US$1,94 ke US$77,96 per barel untuk kontrak Desember.
Para analis memprediksikan, minyak akan bergerak volatil seiring dengan adanya libur panjang Thanksgiving, jelang akhir bulan, dan jelang akhir tahun ini.
Sementara itu, Energy Information Adminitration berencana mengumumkan cadangan simpanan minyak pekan lalu, jelang akhir hari ini. Para analis berharap jumlah permintaan meningkat yang dinilai dari naiknya pasokan minyak.
Data ekonomi seperti penjualan rumah baru dan klaim asuransi pengangguran, bergerak positif. Begitu pula dengan data belanja konsumen, semuanya jauh lebih baik dari ekspektasi para analis.
Pada perdagangan Nymex, harga minyak cair naik 0,97 sen ke US$1,96 per galon.
Di London, harga Brent untuk kontrak Januari naik 56 sen ke US$77,02 berdasar ICE Futures. [mre]
- Program Jaringan Gas Kota Hemat Subsidi Rp1 T
- Pertamina Hanya Mampu Alirkan Gas 25 MMSCFD ke PGN Hingga Juni
- Menperin Akui Pasokan Gas ke Industri Kurang
- PGN Tak Jadi Pangkas 20% Pasokan Untuk Industri
- April, Pertamina Mulai Alirkan 25 MMSCFD ke PGN
- Pemerintah Berhasil Penuhi Gas Industri Dalam Negeri
- DEN Minta Harga Jual Listrik Swasta Sesuai Keekonomian
- Pertamina Diminta Perbanyak Impor Minyak NOC
- Minyak Asia Tergelincir ke Bawah US$82
- Kontrak Gas Eksisting tak Bisa Diputuskan Sepihak
- Hatta: Medco Diminta Segera Naikkan Suplai Gas ke PGN
- Swap Gas Conoco ke Chevron Untuk Lifting Minyak
- Kenaikan TDL tak Sebabkan 'Multiplier Effect'
- Hatta: Pemerintah Sudah Punya Skenario Donggi Senoro
- PTBA-Pertamina Jalin MoU Proyek Sasol












