
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(telegraph.co.uk)
INILAH.COM, Beijing - Perdagangan anak membuat berang pemerintah China yang memutuskan untuk menghukum mati dua orang pelaku penculikan anak.
"Pemerintah menghukum mati dua pria yang menculik dan menjual anak kecil, yang sebagian masih belum dapat menemukan orangtua mereka," seperti diberitakan Xinhua, Jumat (27/11).
Negeri Tirai Bambu ini telah mengeksekusi mati dua pelaku penculik anak, Hu Minghua (55) dan Su Binde (27), pada Kamis (26/11). Pengadilan memutuskan mereka bersalah karena menculik dan menjual anak kepada pasangan lain.
Hu dinyatakan bersalah menculik sembilan anak selama 1999-2005. Lima anak kembali ke orangtua mereka, tetapi sisanya diselamatkan oleh polisi walaupun belum menemukan orangtua mereka.
Sedangkan Su dinyatakan bersalah menculik enam anak pada 2005-2006, satu di antara mereka belum menemukan orangtuanya. Masalah ini memicu amarah masyarakat yang mengeluh polisi kurang memberi bantuan dalam memburu putra-putri mereka yang hilang.
Setiap tahunnya, ratusan anak hilang di negara tersebut, yang pelakunya diduga jaringan lalu lintas perdagangan manusia. Mahkamah Agung China menyatakan, 1.714 orang dihukum karena menculik dan menyelundupkan anak-anak dalam sepuluh bulan pertama.
Sejak April tahun ini, polisi China telah menyelamatkan 2.008 anak yang diculik. [vin]
- Teken Kontrak Takkan Pakai
- Sst! Hitler Doyan Minum Viagra
- Reading, Kota dengan Bahasa Terbanyak
- PM Australia: Kami Bukan Bangsa Rasis!
- Yes! Korut Akhirnya Ingin Bebas Nuklir
- Tangkap Mantan Capres, Sri Lanka Dikecam
- MA Israel Dukung Penyelidikan Perang Gaza
- Sri Lanka Tangkap Mantan Capres
- RI Himbau Qatar Soal Perlindungan HAM
- 8.000 Perempuan di Kongo Diperkosa
- Pengedar Uang Palsu di Semarang Diringkus Polisi
- Iran Bangun 10 Pabrik Pengayaan Uranium
- China Desak Korut Rundingkan Nuklir
- Presiden Perempuan Pertama Kosta Rika
- PBNU Sambut Kedatangan Obama












