Rabu, 10 Februari 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12841.4
 
Ekonomi
 
28/11/2009 - 16:00
Krisis Dubai World Pengaruhi Likuiditas Indonesia
Susan Silaban

(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Kondisi gagal bayar Dubai World diprediksikan akan mempengaruhi likuiditas di Indonesia dalam 2-3 bulan ke depan.

Demikian diungkapkan Sumber INILAH.COM saat berbincang-bincang, Sabtu (28/11). "Saya perkirakan dalam 2-3 bulan ke depan pasti ada adjustment-adjustment perusahaan yang mempengaruhi likuiditas di Indonesia lantaran gagal bayar ini," ujar sumber terbut.

Seretnya likuiditas ini, menurut sumber tersebut, lantaran adanya anak perusahaan Dubai World yang ada di Indonesia, yakni Dubai Port World dan Dubai Drydocls. Dubai Port World ini menginvestasikan US$175 juta untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan PT Pelindo III, PT Terminal Petikemas Surabaya (PTS).

DP World membeli 49% saham pada usaha patungan tersebut dari P&O pada 2006. DP World adalah anak usaha Dubai World milik pemerintah Emirat Dubai. Pada 2006, DP World juga membeli saham P&O di seluruh dunia senilai US$7 miliar.

Dubai DryDocks World melalui DryDocks World SE membentuk JV PT Batam Maritime Center. Perusahaan berinvestasi hingga US$500 juta untuk bekerja sama dengan Fabtech International Ltd yang juga perusahaan asal Dubai.

DDW adalah anak usaha Dubai World. Proyek ini terhambat lebih dari dua tahun sejak nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) ditandatangani pada 10 Agustus 2007. Selain di dalam negeri, DDW telah membeli dua perusahaan milik Singapura senilai US$1,5 miliar. DDW berambisi menjadikan galangan kapal di Batam dan Bintan sebagai galangan kapal terbesar di Asia.

"Dengan adanya gagal bayar ini maka ada koreksi untuk bursa nantinya," pungkas sumber tersebut. [san/cms]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !