

INILAH.COM, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tengah menjajaki mitra strategis untuk proyek pengembangan Nikel Laterit di Buli, Halmahera.
Demikian diungkapkan Direktur Utama Antam Alwinsyah Loebis dalam paparan kinerja Antam kepada Komisi VII DPR RI. "Kami tengah mencari partner dengan mitra internasional yang baru untuk proyek ini," kata Alwin.
Ia melanjutkan, pada 13 November 2008 Antam menegaskan perusahaan telah menerima pembentukan dari BHP Biliton dan mengakhiri conditional agreement dalam kerja sama pengembangan sumber daya nikel lateril di wilayah Buli.
Manajemen Antam sebelumnya sudah mengantisipasi kemungkinan termins ini dengan menyusun contigency plan berupa pengembangan sumber daya nikel dan menunggu teknologi pirometalogi. "Saat ini pengembangan nikel laterit di Buli berlangsungdengan adanya rencana pengembangan feNi Halmahera," tukasnya. [san/hid]
- DEN Minta Harga Jual Listrik Swasta Sesuai Keekonomian
- Pertamina Diminta Perbanyak Impor Minyak NOC
- Minyak Asia Tergelincir ke Bawah US$82
- Kontrak Gas Eksisting tak Bisa Diputuskan Sepihak
- Hatta: Medco Diminta Segera Naikkan Suplai Gas ke PGN
- Swap Gas Conoco ke Chevron Untuk Lifting Minyak
- Kenaikan TDL tak Sebabkan 'Multiplier Effect'
- Hatta: Pemerintah Sudah Punya Skenario Donggi Senoro
- PTBA-Pertamina Jalin MoU Proyek Sasol
- Weleh! Minyak Sedikit Merosot
- SINGA Suplai Gas 50 MMSCFD Tutupi Defisit
- Defisit Gas PGN Akibat Kurangnya Suplai Gas dari Conoco
- Pertamina dan Mitranya Evaluasi Cadangan Blok Hanoi
- Karen: Pertamina Percayakan Ekspor-Impor Migas ke Petral-Platts
- Proyek RFCC Selesai, Pertamina–Mitsui Pisah
Kurs BI :












