
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

INILAH.COM, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tengah menjajaki mitra strategis untuk proyek pengembangan Nikel Laterit di Buli, Halmahera.
Demikian diungkapkan Direktur Utama Antam Alwinsyah Loebis dalam paparan kinerja Antam kepada Komisi VII DPR RI. "Kami tengah mencari partner dengan mitra internasional yang baru untuk proyek ini," kata Alwin.
Ia melanjutkan, pada 13 November 2008 Antam menegaskan perusahaan telah menerima pembentukan dari BHP Biliton dan mengakhiri conditional agreement dalam kerja sama pengembangan sumber daya nikel lateril di wilayah Buli.
Manajemen Antam sebelumnya sudah mengantisipasi kemungkinan termins ini dengan menyusun contigency plan berupa pengembangan sumber daya nikel dan menunggu teknologi pirometalogi. "Saat ini pengembangan nikel laterit di Buli berlangsungdengan adanya rencana pengembangan feNi Halmahera," tukasnya. [san/hid]
- 14 Hari Waktu Kontraktor Inventarisir Migas Berpotensi
- Inilah Kewajiban KKKS Dalam Kepmen Migas Baru
- Rio Tinto Buka Anak Usaha Lagi
- Ephindo Segera Umumkan Eksporasi Blok Sanggata I
- Antam dan PTBA Siap Ambil 7% Divestasi Newmont
- Pertamina 'Spin Off' Anak Usaha Hilir tak Efektif
- Pertamina Tambah Pasok Gas 30-35 MMSCFD ke PLN
- Badai Selamatkan Harga Minyak
- Harga Minyak Dibuka Naik di Atas US$71
- Pertamina Minta Setoran Dividen Diturunkan
- ICP Perlu Dirubah Setiap Tiga Bulan
- Menkumham Belum Izinkan Bayar 7% Divestasi Newmont
- Maret Pertamina Impor Solar 3 Jt Barel
- Produksi Minyak 2010 Ditargetkan 965 Rb Barel
- Prognosa Laba Semen Gresik Rp3,303,000












