Rabu, 10 Februari 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12841.4
 
Politik
 
01/12/2009 - 00:02
Muntah-muntah dan Pingsan Saat Sidang
Ketua Protap Dibawa Paksa
Chandra Panggabean
(inilah.com /Dokumen)

INILAH.COM, Medan - Sidang lanjutan Ketua Panitia Pembentukan Provinsi Tapanuli, Chandra Panggabean terpaksa ditunda. Pasalnya, anak GM Panggabean itu muntah-muntah saat menjalani sidang.

Chandra dibawa paksa dengan menggunakan tandu dari Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (30/11) malam, pukul 22.30 WIB. Ia dibawa dengan mobil ambulans milik Rumah Sakit (RS) Islam Malahayati dengan nomor polisi B 9067 XT menuju RS Bhayangkara Polda Sumut.

Upaya paksa aparat penegak hukum itu mendapatkan perlawanan dari keluarga Chandra Panggabean, yang berupaya menghalangi aparat penegak hukum sambil berteriak.

Namun petugas yang terdiri personil kejaksaan dibantu ratusan aparat Poltabes Medan dan Satuan Brimob Polda Sumut berhasil membawa Chandra Panggabean, dan selanjutnya dimasukkan ke dalam mobil ambulans menuju RS Bhayangkara Polda Sumut dengan pengawalan beberapa mobil patroli polisi.

Untuk menghindari kejaran pihak keluarga dan wartawan, aparat kepolisian menutup sementara pintu keluar PN Medan.

Sebelumnya, Chandra Panggabean menjalani persidangan sekitar pukul 16.00 WIB dengan majelis hakim yang diketuai Kusnoto. Majelis hakim menetapkan pencabutan pembantalan dan menyatakan pemindahan lokasi penahanan Chandra Panggabean.

Usai pembacaan penetapan hakim itu, Chandra Panggabean yang duduk di kursi pengunjung langsung muntah-muntah dan pingsan. Pingsannya Ketua Panitia Pembentukan Protap itu menarik perhatian pengunjung PN Medan, termasuk kalangan wartawan yang berada di luar karena tidak diperbolehkan memasuki ruang persidangan.

Ketua Panitia Pembentukan Protap itu didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang mengandung ancaman hukuman mati. Dakwaan disampaikan jaksa penuntut umum (JPU), Nilma Lubis sebagai pertanggungjawaban atas unjuk rasa anarkis pendukung Protap di gedung DPRD Sumut pada 3 Februari 2009.

Unjuk rasa anarkis ribuan pendukung Protap itu menyebabkan Ketua DPRD Sumut masa itu, Abdul Aziz Angkat, meninggal dunia. [*/jib]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !