

(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - PT Medco Energi Tbk (Medco) menargetkan belanja modal (capex) di 2010 mencapai US$150 juta.
Memang selama enam bulan pertama 2009, Medco sudah merealisasikan capex sebesar US$107,3 juta. Demikian diungkapkan manajemen Medco saat paparan materi dalam acara 'Investor Summit' di Jakarta, Kamis (3/12). "Alokasi belanja modal dengan memperioritaskan proyek utama dan kegiatan operasi yang ada yang akan kita kembangkan. Namun angka tersebut tergantung dari kondisi. Capex tahun depan ini organik," ujar Direktur Keuangan Medco Cyril.
Menurutnya, belanja modal ini dialokasikan dari kas internal. Jika ada tambahan lagi maka perushaaan akan melakukan project financial.
Adapun capex dalam enam bulan pertama 2009 telah dialokasikan untuk migas 97,4%, 2,4% industri hilir dan 0,1% ketenagaan listrik.
Perseroan pun terus menjajaki proyek-proyek serta mengalokasikan modal untuk berbagai kesempatan yang dapat menghasilkan arus kas dalam waktu dekat.
Medco Enegry Tbk (Medco) memiliki 7 proyek yang telah dipersiapkan dan diperkirakan akan berproduksi hingga 2014.
Pertama, proyek biotanol masih produksi dengan kapasitas 60,000 KL per tahun dengan kepemilikan 100%. Kedua, pabrik Singa yang ditargetkan berproduksi pada 2009-2010, di mana pengembangan lapangan gas sebesar 50 MMscdf dengan kepemilikan Medco pada proyek ini hanya 74,1% serta Medco punya mitra dengan Lundin Lematang. Ketiga, proyek Blok A, di mana Medco berkerja sama dengan Premier dan Japan. Untuk proyek ini, Medco akan memiliki 41,67%, sedangkan pengembangan lapangan gas sampai dengan 110 MMscdf.
Keempat, proyek Rimau di mana Medco bekerja sama dengan PD-PDE. Proyek ini ditargetkan beroperasi pada 2010, di mana lapangan minyak enchange oil recovery 64 MMBO. Kelima, proyek Senoro untuk pengembangan lapangan gas sampai dengan 250 MMscfd yang berproduksi pada 2013. Medco juga bekerja sama dengan Pertamina.
Keenam, proyek DS LNG di mana kilang LNG train tunggal sebesar 2,1 mtpa capasity yang beroperasi pada 2013. Pada proyek ini Medco bekerja sama dengan Pertamina dan Mitsubishi. Ketujuh, Proyek Libia 47, di mana Medco bekerja sama dengan Verenex. Proyek Libya ini untuk pengembangan
lapangan minyak 50.000-100.000 bodp yang beroperasi pada 2014. Kemudian proyek Sarulia, di mana Medco bekerja sama dengan Kyusu, Ormat, dan Itochu ditargetkan pada 2015. [cms]
- 'Trading Buy' Saham PTBA, PGAS, BUMI, UNTR, BMRI
- Investor Tahan Diri, Bursa Asia Sesi I Ditutup Mixed
- Aviyana Dipayana Jadi Komisaris di Trimegah
- Kas FREN Hanya Rp26,68 Miliar
- Bursa Asia Dibuka Naik Tipis
- Penjualan Indocement Anjlok 3,9%
- PTBA Akui Belum Tetapkan Besaran Dividen
- Tunggu Pertemuan Fed, Wall Street Ditutup Mixed
- PTBA Belum Kaji Akuisisi Tambang Freeport
- Pengetatan China Hantam Bursa Asia
- FREN tak Sanggup Bayar Bunga Utang
- Inilah Daftar 10 'Top Foreign Buy'
- BLTA 'Upsize' Obligasi US$25 Juta
- Akhir Maret, Bapepam Serahkan Draft OJK ke Kemenkumham
- INTP Investasi 2 Pabrik US$35 Jt
Kurs BI :












