
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12613.3
INILAH.COM, Jakarta - Hasil audit investigasi BPK terhadap aliran dana talangan Bank Century sudah cukup untuk menjerat Boediono, Sri Mulyani dan Raden Pardede ke pengadilan.
Hal itu dikatkaan mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli dalam sebuah diskusi "Benarkan bank Centuru Gagal dan berdampak Sistemik" di Jakarta, Kamis (3/12). "Mereka telah berkali-kali melanggar peraturan yang ada, selain itu terjadi keanehan pada saat memutuskan untuk mengeluarkan dana talangan itu," katanya.
Pasalanya beberapa anggota DPR yang ikut rapat di Komisi XI saat itu tidak menyetujui untuk memberikan dana talangan kepada Bank Century. Apalagi hasil keputusan rapat KSSK (Komite Stabilitas Sektor Keuangan) dikeluarkan saat dini hari (sekitar pukul 05.00 pagi). Hal aneh lainnya adalah dana talangan yang berjumlah Rp6,577 triliun diberikan secara cash.
Hal itu, tegasnya, tidak pernah dilakukan Bank Central mana pun di seluruh dunia. Sebab dana talangan selalu diberikan melalui rekening bank bukan melalui cash. Khusus dana talangan Bank Century, dananya diberikan pada hari Sabtu dan Minggu sehinnga menjadi alasan saat itu bank tutup. "Dananya diturunkan hari Sabtu dan Minggu, kenapa, ini aneh. Karena sabtu Minggu biasanya bank tutup, kenapa tidak hari Senin," tegasnya.
Rizal menduga Boediono dan Sri Mulyani adalah pelaku aktif kasus Bank Century. Jadi bukan merupakan korban dalam kasus tersebut. [hid]
- Ada Anggaran Susupan di APBNP 2010?
- APBNP 2010 Untungkan Elit & Birokrasi
- China Bantah Tudingan AS Manipulasi Nilai Tukar
- China Kurangi Kepemilikan Obligasi AS
- BI Akan Menjadi Dewan Komisioner di OJK
- "Kalau Mampu Jangan Beli Premium"
- Menko Perekonomian: Aman!
- Menkeu Harap Pemusnahan Miras Tiap Pekan
- Bea Cukai Gagalkan Kerugian Negara Rp1,26 T
- Penerimaan Cukai Terpengaruh Fatwa Rokok Haram
- Bea Cukai: Miras Ilegal Rugikan Negara Rp35 M
- Presiden Dipastikan Sulit Cari Calon Gubernur BI
- Mandiri Bidik 20% Pangsa Pasar Listrik Prabayar
- PM Cina Tolak Tekanan Asing Mengontrol Yuan
- Februari, Penjualan Ritel AS Naik 0,3%












