
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) hingga Desember 2009, telah mencatat volatilitas rupiah sebesar 15 persen. Namun pergerakan rupiah tersebut masih dalam tatanan yang wajar.
Hal tersebut dikatakan, Deputi Gubernur BI, Budi Mulya di seminar 'Prospek and Development of Indonesia Islamic "Prospect and Development of Indonesiaan Islamic Bank Under The New Tax Regime,' di BI, Senin (7/12). "Ya 15 persen Year on Date sampai Desember ini. Itu kita catat agar tidak spread," ujarnya.
Ia mengatakan, volatilitas rupiah tertinggi terjadi pada 3 bulan pertama tahun 2009. Meski demikiah hal tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan secara global. "Itu diawal 2009, karena apa yang terjadi di akhir 2008. Likuiditas dan kepercayaan hilang, karena memang situasi," kata dia. [hid]
- Laba UOB Indonesia 2009 Naik 19,3%
- RI Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Asia-Pasific
- Hatta: Yang Tahu Hanya Presiden
- China Makin Mantap Tolak Washington
- Hatta: Jangan Dijadikan Spekulasi Baru
- Inflasi 'Year on Year' 2010 Cenderung Naik
- Pertumbuhan Ekonomi 2011 Ditargetkan 6,3%
- PPATK Temukan 97 Transaksi DanaTeroris
- Lelang SBI Berubah tak Pengaruhi Saluran Kredit
- Usai Rakor Migas, Menteri-menteri Sepakat Bungkam
- Krisis Eropa Picu Modal Asing ke Indonesia
- Pemerintah Lelang SUN Rp5 T Pekan Depan
- Ekuitas BUMN Naik Jadi Rp2.500 T Pascaholding BUMN
- Menneg BUMN Buat Aturan Bentuk Anak Usaha
- Jadi Tameng Presiden, Menkeu Tak Akan Dicopot












