

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - Ahli teknologi informasi Rubi Zukri Alamsyah, mengaku dari hasil pemeriksaannya tidak ditemukan adanya SMS ancaman mantan Ketua KPK Antasari Azhar ke Nasruddin Zulkarnaen.
"Tidak ada content (isi) data ancaman," katanya saat menjadi saksi ahli dengan terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (15/12).
Antasari Azhar dituduh sebagai otak dibalik pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen, terkait dengan petunjuk adanya ancaman dirinya kepada Nasruddin. Isi SMS tersebut, yakni, "Maaf, masalah ini hanya kita berdua yang tahu. Kalau masalah ini sampai 'terblow up', tahu kan konsekuensinya".
Antasari Azhar menjadi terdakwa kasus pembunuhan tersebut, bersama Sigit Haryo Wibisono, Kombes Pol Wiliardi Wizar, dan Jerry Hermawan Lo, serta lima eksekutor yang saat ini disidangkan di PN Tangerang, Banten.
Dalam persidangan tersebut, kuasa hukum Antasari Azhar, meminta JPU untuk menunjukkan telepon seluler milik korban dan Antasari terkait adanya SMS ancaman itu. Namun JPU bersikeras tidak mau menunjukkan dans sebaliknya melemparkan bahwa dari keterangan saksi ahli saja sudah cukup.
Ahli juga menyatakan nomor seseorang bisa 'dimainkan' (dikloning) untuk digunakan oleh orang lain. "IT itu bisa direkayasa," ujarnya.
Dijelaskan, Rubi kalau sudah dikloning, maka nomor yang digunakan akan sama dengan pemiliknya. Mengenai pemeriksaan telepon seluler Antasari, ia mengungkapkan seluruhnya diperoleh dari penyidik. "Penyidik yang menyebutkan nomornya (telepon seluler yang diperiksa)," tuturnya.
Selain itu, Rubi juga menyatakan transkrip perbincangan antara Antasari dengan Rani serta Antasari dengan Sigit Haryo Wibisono dan Kombes Pol Wiliardi Wizar itu, ada dua. "Yakni, transkrip dari saya dan transkrip produk Puslabfor," terangnya.
Ia menjelaskan dirinya saat menerima rekaman perbincangan itu dari Polda Metro Jaya dalam keadaan di label dan dilem (solatip). "Rekaman Bungkusan rekaman dibuka di depan saya," ujarnya.
Dirinya menyakini kalau rekaman itu sama sekali belum didengarkan oleh siapapun. Sementara itu, sidang akan dilanjutkan kembali pada Kamis 17 Desember mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli psikologi. [*/jib]
- Polri Harus Introspeksi Diri Gara-gara Susno
- Penyebar Foto Polwan Semi Bugil Diduga Satu Korps
- 'Bumerang' Itu Terkena Muka Susno Duadji Sendiri
- Susno Bingung, Kasusnya Jadi Bumerang
- Kapolri Diminta Gelar Sidang Disiplin untuk Susno
- 'Susno Lupa Punya Borok Masa Lalu'
- Polri dan Bea Cukai Selidiki Asal 60 Ton Bahan Peledak
- 'Semoga Susno Tak Berilusi'
- Susno Seperti Don Quixote
- Susno Mau Geser Isu Century?
- Adrianus: Ini Manuver Susno Masuk Bursa Kapolri
- 'Tak Pantas Jenderal Bintang Tiga Bikin Heboh'
- Gogon Bebas, Langsung Jadi Bintang Acara Tukul
- 3 Pria Dibunuh, Mayatnya Dibuang di Tempat Berbeda
- Ruhut Sarankan Susno Periksa ke Psikiater
Kurs BI :












