
Seteru seni antara kosmopolitan mapan Italia, Filippo Sciascia (36) dengan pelaku semrawut budaya perpaduan Yogya, Ugo Untoro (38) merupakan kolaborasi langka.
Dari generasi yang sama, kedua seniman ini lulusan akademi seni yang memiliki kuasa analisa untuk saling menyelami elan kreatif masing-masing. Mereka sama-sama terbebani oleh ke-liyan-an. Kedua perupa ini aktif dan diakui di Indonesia.
Menariknya, sikap keduanya nyaris serupa, terlihat skeptis nan sinis seraya ringan-ringan saja dalam menyikapi waktu dan makna hidup.
Proses yang melahirkan karya-karya dalam pameran ini sangatlah Biasa: sederhana dan tanpa pretensi. Begitu sederhana, terwujud kemutakhiran elegan. Para seniman tak berprasangka. Tujuan mereka hanyalah bekerja bersama.
‘Bagaimana caranya’ timbul spontan. Selama enam bulan mereka bekerja di studio masing-masing, merespon tema yang timbul dari perbincangan biasa sehari-hari: lewat telepon maupun SMS. Lalu Ugo mengunjungi Filippo di studionya di Ubud di mana mereka bekerja bersama.
Sebagai tuan rumah, Filippo menawarkan kanvas-kanvasnya yang telah selesai sebagai panggung kolaborasi mereka. Mereka bekerja bersama. Hasilnya, sebagaimana akan Anda saksikan, memiliki daya luar biasa.
Dunia Ugo memang lebih suram secara eksitensial. Filippo bereksplorasi hingga ambang batas potensi ekspresif teknik digital piktorial. Namun, di dalam karyanya, terlacak jejak-jejak idealisasi bentuk dan keindahan.
Sebaliknya, bermula dari pendekatan minimalis terhadap figurasi, Ugo lalu membongkar ‘arsa’ dan ‘makna’ dan mendorong kita untuk merenungkan arti yang sesungguhnya dari kedua kata tersebut. Filippo menawarkan bayangan realita, Ugo menyuguhkan realita bayangan.
Dengan mengedepankan kesetaraan antara para pelakunya, kolaborasi ini merupakan upaya menghindari kebuntuan kreatifitas: suatu sarana untuk melampaui perbedaan berbangsa dan berbudaya yang menghadapi tantangan globalisasi dalam pelbagai wujud paradoksnya.
Kedua seniman ini berupaya menyumbangkan sebentuk pola dialog yang kuasa mengatasi trauma perbedaan yang terwariskan dari sejarah kelam masa lampau, menuju humanisme yang lebih seimbang.
Sherry Lynn
operation@biasaart.com
+628123894759
+6287861167326
Jl. Raya Seminyak 34, Kuta, Bali 80361, Indonesia
Ph: +62 361 7442902, 8475766/Fax: +62 361 730766
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Bakrie Telecom Segera Buka Layanan SLJJ
- Mandala Buka Rute Baru
- Unilever Sahkan PKB ke-18
- Huawei Siapkan Smartphone Android
- Huawei Perkenalkan Notebook 3G
- KNPI: Jangan Politisasi Kurban
- Ini Dia Susu Happy
- Digulirkan Gerakan Hemat Air
- Daging Qurban tidak Boleh Dijual
- Inilah Agenda PDIP Desember-Januari
- Notebook Murah dan Hemat dari Berca
- Jangan Takut Jadi Saksi Cuci Uang
- Yuk, Gabung Komonitas D Closers
- Cegah Remaja Jual Diri dengan Beasiswa
- Blogger Sedunia Kumpul di RI