
Komisi Eropa memberikan beasiswa Erasmus Mundus kepada 68 mahasiswa dan 2 dosen perguruan tinggi Indonesia untuk menempuh pendidikan pasca sarjana, melakukan penelitian atau mengajar pada Program Pasca Sarjana Erasmus Mundus pada tahun ajaran 2008/2009.
Penerima beasiswa dari Indonesia, merupakan bagian dari 2.000 mahasiswa dan 231 dosen perguruan tinggi yang berasal dari berbagai negara di seluruh dunia, yang telah lolos seleksi beasiswa tersebut.
Program beasiswa Erasmus Mundus, didanai Komisi Eropa dan bertujuan untuk mendorong para lulusan terbaik serta dosen perguruan tinggi yang berasal dari negara-negara di luar Uni Eropa, untuk menempuh pendidikan dan mendapatkan pengalaman tinggal di negara anggota Uni Eropa.
Saat ini terdapat 103 pilihan program pasca sarjana yang mencakup berbagai macam bidang ilmu, mulai dari teknik dan teknologi, biologi, sosial, pengetahuan alam, bisnis, ekonomi, hukum dan humaniora.
Salah satu karakteristik khusus dari beasiswa Erasmus Mundus adalah para mahasiswa akan menempuh pendidikannya di dua universitas yang berlokasi di negara Eropa yang berbeda.
Selain menempuh pendidikan pasca sarjana di perguruan tinggi terbaik di Eropa, para penerima beasiswa juga dapat memeperoleh pengalaman tentang budaya, bahasa dan sistem pendidikan di Eropa. Para penerima beasiswa Erasmus Mundus telah melalui proses seleksi yang sangat ketat guna menjaring mahasiswa terbaik.
Pada fase pertama (2004-2008), beasiswa Erasmus Mundus telah diberikan kepada 161 mahasiswa dan 8 dosen perguruan tinggi dari Indonesia.
Fase kedua, Erasmus Mundus (2009-2013), akan mulai pada tahun 2009 dengan rencana program anggaran sebesar 950 juta euro atau kira-kira Rp 13 triliun. Fase kedua ini akan mencakup program kemitraan tingkat doktoral serta kerjasama struktural antar perguruan tinggi di luar Eropa.
Infromasi lebih lanjut tentang Erasmus Mundus termasuk proses aplikasinya untuk tahun ajaran berikutnya dapat diperoleh melalui http://www.delidn.ec.europe.eu.
Saat ini Uni Eropa beranggotakan 27 negara yaitu Belgia, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Estonia, Yunani, Spanyol, Perancis, Irlandia, Italia, Siprus, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Hungaria, Malta, Belanda, Austria, Polandia, Portugal, Rumania, Slavenia, Slovakia, Finlandia, Swedia, dan Inggris.
Destriani Nugroho, Project Officer
Tioria Silalahi, Press Office
Delegation-indonesia@ec.europa.eu
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Bakrie Telecom Segera Buka Layanan SLJJ
- Mandala Buka Rute Baru
- Unilever Sahkan PKB ke-18
- Huawei Siapkan Smartphone Android
- Huawei Perkenalkan Notebook 3G
- KNPI: Jangan Politisasi Kurban
- Ini Dia Susu Happy
- Digulirkan Gerakan Hemat Air
- Daging Qurban tidak Boleh Dijual
- Inilah Agenda PDIP Desember-Januari
- Notebook Murah dan Hemat dari Berca
- Jangan Takut Jadi Saksi Cuci Uang
- Yuk, Gabung Komonitas D Closers
- Cegah Remaja Jual Diri dengan Beasiswa
- Blogger Sedunia Kumpul di RI