Jumat, 21 November 2008
Citizen Journalism - Seremonial
citizen berita
  BERITA
  INDEKS BERITA
02/09/2008 13:08
PDIP Rugi Sikapi Negatif Condro
 
Agus Condro
(inilah.com/subekti)
 

Pengakuan terbuka Agus Condro di hadapan publik dan KPK, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, semakin menegaskan kuatnya praktik penyuapan dan politik uang dalam proses-proses politik di tubuh parlemen.

Setelah skandal YPPI, pemilihan Deputi Gubernur Senior yang menetapkan Miranda Goeltom juga menggunakan modus suap sebagai kompensasinya.

Informasi yang muncul dari pengakuan Agus, sekali lagi, merupakan bentuk demoralisasi kolektif anggota DPR RI 2004-2009 yang menuntut penyikapan semua pihak.

Pengakuan Agus Condro, semestinya disikapi secara positif sebagai sebuah tindakan satria. Pilihan PDIP yang memberikan sanksi, tidak lagi mempromosikan Agus pada bursa caleg 2009, dan sikap dfensif pimpinan PDIP merupakan tindakan kurang cerdas dari PDIP, yang justru merugikan PDIP.

Semestinya PDIP dan juga partai-partai lain menggunakan pengakuan Agus sebagai instrumen pembuka bagi pembenahan internal partai. Apalagi jelang pemilu, upaya pembenahan internal adalah kebutuhan setiap partai politik untuk memperoleh calon legislatif yang berkualitas.

Sikap PDIP yang lepas tangan atas Agus Condro, bisa diduga sebagai upaya sistematis untuk memutus rantai penyuapan ke elit-elit lainnya. Pernyataan Agus cukup gamblang menyebut elit politik lain. Jangan seolah-olah hanya Agus yang menerima suap.

Bisunya pimpinan PDIP dan partai-partai lain atas fakta pengakuan suap tidak akan mampu menutup mata publik atas praktik-praktik politik kotor, sebagaimana selama ini terjadi. Di mata publik sudah cukup gamblang bagaimana ulah elit politik dan pimpinan parpol.

Karena itu, publik harus waspada dalam memilih pada Pemilu 2009. Berbagai peristiwa korupsi mutakhir cukup dijadikan pertimbangan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga diingatkan agar pro aktif merespon pengakuan Agus Condro untuk menguak korupsi kolektif di tubuh parlemen.

KPK dituntut untuk berkreasi dan mencari metode-metode khusus untuk terus mengungkap pengakuan Agus dan menangkap pelaku-pelaku lainnya. KPK bisa bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi (LPSK) untuk mengelola pengakuan Agus.

Hendardi, Ketua Setara Insitute

setara@setara-insitute.org

Tags : PDIP, agus condro, BI, suap, korupsi, miranda gultom

BERITA TERKAIT
load in : 0.005407095 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com