Citizen Journalism
03/09/2008 - 12:45
Kurang Gizi, Ahmad Dani Dirawat

Kasus gizi buruk di Kabupaten Mojokerto kembali ditemukan. Seorang balita berumur empat bulan dari keluarga tidak mampu warga Desa Wates Umpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Akibat gizi buruk ini, kulit bayi terlihat keriput dan terlihat lemas. Ironisnya, orang tuanya tidak masuk dalam daftar penerima program Jamkesmas.

Ahmad Dani Setiawan, balita putra pasangan Jupri (37) dan Kasiati (33) ini tergeletak di ruang Blambangan RSUD Prof. Dr Soekandar Mojosari Mojokerto. Dengan ditemani ibu dan neneknya, balita yang masih berumur empat bulan ini terlihat lemas. Ia hanya bisa menangis, bahkan sekujur kulit yang membalut tubuhnya terlihat keriput.

"Lahirnya prematur, baru tujuh bulan dalam kandungan putra kedua saya ini sudah lahir," kata Kasiati.

Setelah lahir, Dani tidak bisa mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya, karena saat itu air susunya belum keluar. Ditambah lagi pekerjaan Jupri yang hanya sebagai buruh tani, asupan gizi untuk Dani praktis sangat kurang.

"Selama ini, saya dibantu oleh adik-adik saya untuk membelikan susunya Dani,'' ujar Kasiati.

Hal inilah yang membuat tubuh Dani tampak kecil walaupun umurnya telah memasuki bulan keempat setelah dilahirkan.

Dokter Sony Tri Ahmad Kamil/spesialis anak yang merawat Dani mengatakan, Ahmad Dani Setiawan menderita gizi buruk karena berat badan normal seusia Dani seharusnya enam kilogram, namun saat ini berat badan Dani hanya 2,7 kg. Selain itu terdapat penyakit penyerta yaitu sakit pernapasan akut atau ISPA.

"Untuk itu diperlukan perawatan intensif untuk memberikan Gizi yang selama ini belum diberikan kepada Dani," ujar dr Sony.

Walaupun berasal dari keluarga tidak mampu, tetapi nama pasangan Jupri dan Kasiati ini tidak masuk dalam daftar penerima program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).

Kasiati mengaku bingung untuk membayar biaya perawatan anaknya. Pasalnya, sejak dirujuk ke RSUD Prof dr Soekandar ini, dirinya mengaku tidak mempunyai tabungan sepeser pun

Dr. Noer Widjiantoro, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mengatakan, saat ini memang ada sekitar 7.000 keluarga miskin yang tidak tertampung dalam program Jamkesmas.

Aatria Majapahit

prabupatih@gmail.com

KOMENTAR BERITA