Citizen Journalism
03/09/2008 - 14:20
BI Rate Berkah atau Musibah?
Boediono

Di beberapa situs di internet sudah bermunculan estimasi atau perkiraan dari para analis mengenai besaran BI Rate yang Kamis (4/9) akan ditentukan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia oleh Gubernur Bank Sentral, Boediono dan para koleganya.

Melihat dari rekam jejak Pak Boed yang cenderung konservatif, begitu ia akrab disapa, khok saya agak menyangsikan data-data perkiraan yang saya baca di situs-situs internet.

Melihat dari besaran inflasi yang diumumkan oleh BPS beberapa hari yang lalu yang besarannya 0.51%, menurut saya tidak bisa menjadikan hal ini sebagai dasar pengambilan keputusan untuk menaikkan BI Rate sesuai dengan perkiraan para analis.

Di situs-situs yang saya baca, para analis mengestimasi bahwa besok RDG akan mengambil keputusan menaikkan BI Rate sebesar 25bp, menurut saya terlalu prematur kalau besok RDG memutuskan untuk menaikkan BI Rate.

Kalau saya berada di posisi Pak Boed, saya akan mempertimbangkan bahwa di bulan-bulan ke depan sudah ada antrian event-event yang lazimnya memicu inflasi seperti Lebaran, Natal sampai ke tahun baru.

Dengan target BI Rate di bawah 10%, jika BI menaikkan BI Rate nya besok, maka semakin tipislah spread antara BI Rate dengan targetnya yang di bawah 10% tadi.

Selain itu beberapa hari yang lalu juga saya baca bahwa Pak Boed ketika diinterview mengatakan akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjaga inflasi, sepertinya opsi untuk menaikkan BI Rate pada Kamis siang (4/9) adalah last resort bagi BI.

Bila BI memutuskan kenaikan BI Rate, dampaknya juga akan luas, pasar akan membaca bahwa BI panik dan pesimis dengan outlook perekonomian kita ke depannya.

Tetapi terlepas dari itu semua, menurut saya adalah hal yang bagus jika diestimasi bahwa BI akan menaikkan BI Rate-nya Kamis (4/9) karena jika perkiraan saya benar dan BI Rate tidak naik maka hal ini tentu akan berimbas positif ke IHSG, dimana akan terjadi perburuan terhadap saham-saham yang secara sektoral sensitif terhadap pergerakan BI Rate seperti sector property, otomotif dan perbankan.

Apalagi beberapa hari ini IHSG sedang mengalami ‘demam berdarah’ sehingga bisa jadi akan terjadi panic buying atau pembelian agresif segera setelah BI Rate diumumkan Kamis siang (4/9).

Saran pribadi saya adalah mulailah untuk mengoleksi saham-saham seperti BDMN, ISAT dan SMGR agar anda tidak ketinggalan kereta bila Pak Boed dkk pada Kamis (4/9) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate.

Irwan Buniardi

irwan.buniardi@megaci.com

KOMENTAR BERITA