Citizen Journalism
04/09/2008 - 16:38
Investor 'Berdarah-darah' di BEI

Hari Kamis sesi 1 (4/9) IHSG terjungkal karena investor melihat gelagat ‘tidak enak’ bahwa BI tetep keukeuh menaikkan BI Rate dengan berbagai macam alasan pembenarannya.

Akibatnya, bisa ditebak bahwa di sesi 2, suasananya tidak berbeda dengan sesi 1 dimana ‘kepanikan’ BI langsung ditangkap sebagai sinyal sebuah pesimisme oleh pasar.

Seperti yang saya baca di internet, Kadin pun menilai bahwa BI Rate yang sebesar 9% sebelum dinaikkan sudah cukup memberatkan.

Sebenarnya sinyal kenaikan BI Rate mulai terbaca ketika pada pagi tadi, BI memutuskan untuk mengintervensi dalam penguatan rupiah terhadap dolar Amerika, dengan mengintervensi maka diperlukan cadangan dana yang besar, maka kenaikan BI Rate tentulah salah satu jurus ampuh untuk menyerap likuiditas.

Beberapa orang termasuk saya tetap meragukan apakah keputusan BI kali ini adalah keputusan yang tepat, sungguh disayangkan apabila dengan ‘pengorbanan’ para investor di lantai bursa yang sudah mengalami ‘pendarahan’ beberapa hari belakangan ini untuk mengantisipasi kenaikan BI Rate (tanpa mengesampingkan faktor eksternal melemahnya harga minyak dan komoditas), ternyata ditanggapi dengan sebuah keputusan yang ‘blunder’ oleh lembaga yang belakangan ini sedang disorot oleh berbagai kalangan.

Terlepas dari sebuah pengambilan keputusan dilematis ini, saya melihat dan bangga bahwa menurut saya pasar modal adalah salah satu dunia usaha yang paling jujur.

Sekadar intermezo, seperti yang biasa saya sampaikan kepada para calon investor, investor dalam pengambilan keputusan untuk membeli atau menjual sebuah saham hanya dapat diberikan masukan oleh berbagai pihak seperti analis dan broker tapi pada tahap pengambilan keputusan, investorlah yang mengambil keputusan.

Menurut saya kata SAHAM itu sendiri mempunyai singkatan : SAat HAti Menentukan, mungkin terdengar sangat politis apalagi dalam suasana menyambut pemilu tahun depan tapi memang dalam tahap pengambilan aksi untuk jual atau beli, investor berada dalam tahap yang sangat personal, menentukan pilihannya sendiri tanpa dipaksa oleh siapapun.

Seperti kata Warren Buffet, pasar seperti seorang penjual door to door yang berusaha menawarkan dagangannya tiap hari dengan mengetuk pintu rumah anda.

Dengan aspek kejujuran inilah, maka memang sepantasnyalah pada sesi 2 ini dalam rangka menyikapi keputusan BI, pasar tetap berada dalam teritori negatif. Sangat-sangat text book, suku bunga naik ya saham. amblas!!!

Irwan Buniardi

irwan.buniardi@megaci.com

KOMENTAR BERITA