
Membaca kecaman PKS di INILAH.COM, terhadap rakyat yang mempertanyakan asal dana pembelian 467 unit mobil, saya menjadi bertanya-tanya juga, kok partai yang katanya tempat berkumpulnya para intelektual muslim ini, menjadi sangat tidak dewasa, defensif dan arogan dengan membawa-bawa nama Tuhan yang tidak ada kaitannya dengan politik.
Adalah hal yang sangat wajar bila ada yang bertanya dari mana gerangan asal usul uang sebesar Rp 23,3 miliar itu? Saya juga jadi ikut bertanya darimana ya asal usul uang tersebut?
Itu adalah pertanyaan yang harus dijawab, bukan malah menuding yang bertanya sebagai memfitnah. Bila pertanyaan itu dijawab dengan data-data yang lengkap dan jelas, maka rakyat pun akan mengerti dan tidak lagi bertanya-tanya.
Pertanyaan berikutnya adalah, apakah bertanya masuk dalam kategori fitnah? Ini sesuatu yang sangat menyeramkan. Saya jadi khawatir bila partai ini kelak menjadi partai yang berkuasa karena menang dalam pemilu, maka rakyat akan kehilangan haknya untuk bertanya. Karena akan langsung dituding sebagai memfitnah.
Mungkin akan ditangkap, dimasukkan ke dalam penjara atau ditembak mati. Dengan dalil ‘memfitnah lebih kejam daripada membunuh’. Buktinya, belum berkuasa saja sudah begitu gampang menuduh orang melakukan fitnah.
Di balik tuduhan itu, saya melihat bahwa PKS sebetulnya adalah partai yang kerdil, sok suci dan sok pintar. Rasa-rasanya PKS tidak lebih baik dari partai lain. Karena itu sebagai rakyat, saya berhak untuk tidak memilih PKS dalam pemilu mendatang.
Susi
Hollyrock_id@yahoo.com
- Antara Indonesia dan Palestina
- Indonesia Ikuti Pameran Tatto
- Buah Naga Tumbuh Subur di Sumbawa
- Mengapa PKB Bahas Capres?
- Keadaan di Gaza Sangat Parah
- PKS Malaysia Terus Galang Dana
- Besar Peluang Terjadi Rebound
- Sepeda Jadi Gaya Hidup
- Mega Keliling Indonesia Timur
- Kemana Marcella Zalianty?
- Siapapun Boleh Gunakan Foto Din
- Tim Relawan ke Lokasi Gempa Papua
- Membludak, SMS Peduli Palestina
- Inilah Pemutih Gigi Gratis
- PKS Sebaiknya Bawa Massa ke Gaza