Jumat, 21 November 2008
Citizen Journalism - Umum
citizen berita
  BERITA
  INDEKS BERITA
05/09/2008 14:30
Skenario Terburuk Terjadi di BEI

Sesuai perkiraan saya, akhirnya datang juga skenario terburuk IHSG : sesi 1 pada Jumat (5/9) ditutup menyentuh level dibawah 2000, perkiraan saya sesi 2 situasi di lapangan masih tidak akan banyak berubah, masih akan dihantui oleh ‘guyuran’ penurunan saham-saham.

Karena pada penutupan sesi 1 IHSG tidak memberikan tanda-tanda perlawanan sama sekali terhadap pukulan bertubi-tubi yang datang.

Dengan Indeks Australia yang juga pecah ke bawah level psikologis 5.000, tampaknya sulit untuk menutup hari ini ke atas level psikologis 2000 lagi, kalaupun ada yang bisa diharapkan selain intervensi pemerintah adalah kemungkinan adanya cover short oleh para spekulan yang memanfaatkan momentum penurunan indeks regional.

Tapi seberapa besar arus buyback itu juga bisa kita takar, dengan pemodal asing yang pada sesi 1 membukukan net sell 117 miliar Rupiah, tampaknya cover short yang biasa dilakukan pemodal domestik susah diharapkan untuk mengembalikan IHSG ke level 2000an.

Dalam pasar modal memang semua hal bisa saja terjadi, dan tentu bicara kuantitas, lebih banyak pihak yang mengharapkan IHSG untuk kembali menyentuh kepala 2, tapi kalau kita bicara kualitas dana, keadaannya bisa jadi berbeda.

Yang jelas, sesi 2 akan berjalan semakin menarik karena di sisi lain rupiah juga perlu ‘bodyguard’ mengingat ia sudah berada di posisi Rp 9330 terhadap dolar Amerika.

Jika BI Rate dinaikkan untuk keperluan mengamankan sektor finansial dan ‘menganaktirikan’ sementara sektor riil, maka hari ini setidaknya di lantai bursa, terbukti bahwa kebijakan tersebut justru ikut memukul IHSG yang bisa dikatakan sebagai cerminan kondisi perekonomian kita, saham-saham sektor perbankan pun ikut surut, saham-saham perbankan besar sebut saja BMRI, BBCA, BDMN, BBNI dan BBRI semuanya terpukul.

Waktu terus berjalan dan tampaknya waktu membawa 1 misi saat ini yaitu menunggu pembuktian ‘saktinya’ kebijakan BI itu.

Dari bangku penonton, saya melihat tampaknya BI perlu memainkan variasi pukulan selain 1 jurus Upper Cut kenaikan suku bunga yang berlangusung beberapa bulan belakangan.

Irwan Buniardi

irwan.buniardi@megaci.com

Tags : BI, suku bunga, pasar modal, saham, BEI

BERITA TERKAIT
load in : 0.004793882 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com