Jumat, 21 November 2008
Citizen Journalism - Umum
citizen berita
  BERITA
  INDEKS BERITA
06/09/2008 12:06
Mereka-reka Kematian Sophan
 
 

Kasus meninggalnya Sophan Sophian akibat ditabrak atau tidaknya masih simpang siur. Kubu Widyawati menyebutkan ada yang tidak wajar dalam kematiannya, sementara aparat mengatakan tidak ada yang janggal.

Terkait kasus itu saya coba mereka-reka, jika memang Sophan Sophian jatuh dari moge (motor gede) Harley Davidson (HD) miliknya, kemudian ditabrak dari belakang, maka beginilah kira-kira peristiwanya

Dalam kecepatan sedang atau sekitar 60 Km/jam, HD tunggangan Sophan tiba-tiba terperosok ke lobang jalan yang cukup dalam, dia bersama motornya terjatuh. Posisi jatuhnya tentu saja bukan persis di lobang yang di tabrak itu, tapi pasti agak ke depan karena masih adanya dorongan, tidak seperti jatuhnya pot bunga dari balkon rumah yang tetap berada di posisinya.

Jika di belakangnya ada beberapa moge dengan jarak kurang dari 10 meter, dalam kecepatan yang sama, maka sangat sulit untuk menghindar dari menabrak Sophan.

Yang terjadi dalam peristiwa tiba-tiba seperti itu, biasanya kendaraan di belakang melakukan pengereman mendadak. Refleksi dari kebiasaan umum setiap pengendara adalah menginjak rem ketika ada sesuatu di depannya secara tiba-tiba. Jejak rem di jalan pasti akan terlihat seperti garis lurus.

Orang yang terjatuh dari sepeda motor biasanya mengalami patah pada bagian tulang tangan atau kaki. Juga tulang leher atau retak tengkorak kepalanya bila kepalanya yang membentur aspal. Sangat sukar dijelaskan bagaimana kejadiannya bila kemudian yang patah adalah tulang rusuk.

Bila tidak ditabrak dari belakang saat jatuh, maka kemungkinan tubuh Sophan membentur stang stir ketika mogenya terjungkal saat menabrak lobang. Tetapi seberapa besar tekanan itu sehingga bisa mematahkan tulang rusuknya, sangat sulit diukur. Itupun mungkin hanya satu tulang yang patah.

Tulang rusuk bisa patah bila terjadi benturan atau tekanan yang sangat kuat pada bagian rusuk, misalnya dipukul atau ditekan dengan sangat kuat

Kalau kemudian hasil visum menyebutkan ada beberapa tulang yang patah, limpahnya pecah, empedunya pecah, jantungnya rusak, hatinya rusak. Maka bisa dipastikan badan Sophan tertimbah benda yang sangat berat.

Lalu coba perhatikan keterangan salah seorang yang berada di belakang Sophan saat dia terjatuh. "Kalau meninggal karena terlindas, ada bekas ban di badannya. Ketika diperiksa, di jaket yang dikenakan tidak ada bekas roda," jelas Roesmanhadi.

"Kami rombongan VVIP. Sophan ada di samping bendera. Di belakang Sophan Sophian ada Pak Peter Watimena. Di belakang Pak Peter ada saya. Di belakang saya ada Pak Fredy Soemitro. Saat Sophan terjatuh, saya mencoba memotong jalan menghindari lubang. Kalau tidak, saya juga terjatuh. Ketika melintas, saya melihat Sophan sudah jatuh tertelungkup," ujar Roesmanhadi.

Rustam Abdul

rustamabdul@rocketmail.com

Tags : Sophan Sophiaan, artis, Widyawati

BERITA TERKAIT
load in : 0.004771948 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com