BERITA
INDEKS BERITA
Ketika tiba di sebuah jalan, Ekingenstraat no.5, tidak tampak ada sebuah masjid disana. Karena, memang bentuknya sangat tidak sama dengan apa yang sering kita lihat sebagai sebuah masjid.
Namun, bagi yang telah pernah berkunjung ke sini, pasti tempat dan nama jalan ini sudah sangat beken, khususnya bagi warga muslim Indonesia yang tinggal di Amsterdam dan sekitarnya.
Masjid Persatuan Pemuda Muslim Eropa (PPME) ini, seperti yang saya bilang tadi, hanyalah bangunan rumah seperti biasa dari luarnya. Pun, ketika Anda baru melangkahkan kaki masuk, Anda mungkin akan cepat menggumam sambil bertanya, apa benar ini masjid?
Maklum, karena begitu Anda memasukinya, yang akan Anda lihat adalah dapur, tempat masak. Aneh bukan?
Tapi, jangan salah, karena begitu Anda memasukinya lebih ke dalam, anda akan menemui jawabannya.
Saat itu, begitu saya masuk masjid ini saya sudah menjumpai banyak kaum muslim yang sedang beri'tikaf di dalamnya. Ada yang sedang belajar mengaji dengan seorang ustad, ada yang mengaji sendiri, bertadarrus.
Dan ada pula yang sedang berkumpul sembari bersilaturrahim. Tak ketinggalan, beberapa muslim berlalu lalang menyiapkan ta'jil hari itu.
Ketika jam dinding menunjukkan pukul 20.26, adzan pun berkumandang dengan syahdu, tanda berbuka puasa.
Sungguh, menyentuh hati dan sanubari mendengar alunannya, meski sembari mengunyah buah kurma, namun sayup alunannya merasuk ke sanubari.
Mengingatkan kenangan dan membangkitkan kerinduan suasana malam Ramadhan di kampung. Sungguh, tak terkirakan.
Selepas ta'jil, kemudian dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah, diimami oleh Ustadz Khoirul Muttaqin, pengasuh sebuah pondok pesantren di Indonesia, yang sengaja didatangkan ke Belanda untuk menjadi imam sholat, seperti halnya tahun lalu.
Dari sejak mulai takbir, suara syahdu nan mendayu menambah kekhusyukan shalat dan mendegum hati untuk memaknai perjalanan hidup sebagai makhluk. Tidak sedikit para jamaah menitikkan air matanya.
Buka puasa malam itu, ditutup dengan makan bersama yang telah disediakan oleh ibu-ibu muslimah PPME Amsterdam. Sungguh nikmat.
Arya Zaenal
denpatrol@yahoo.com
[ Kirim ke teman ]