
Simpatisan PKS khok aneh bin ajaib. Begitu ada kritikan, mereka langsung menuding sana-sini bahwa mau merusak PKS, dengan menafsirkan kalimat-kalimat dalam tulisan yang dikirim oleh pembaca sebelumnya, sambil melakukan praduga-praduga. Intinya kader PKS bermain dengan pikirannya sendiri.
Padahal rakyat cuma bertanya dari mana asal usul uang untuk membeli 467 unit mobil itu? Seandainya pimpinan PKS menjelaskan secara terbuka, saya rasa rakyat segera mengerti.
Ini malah pemimpin PKS ‘memerintahkan’ kader-kadernya untuk memberi jawaban, yang ternyata jawabannya semua jawaban liar dan semakin menyimpang dari persoalan yang ingin diketahui rakyat.
Apakah begini ya ciri-ciri PKS, memperumit persoalan dan bermain di air yang keruh, lalu mengatasnamakan agama dan menggunakan dakwah untuk menuding pihak lain sebagai ‘orang-orang yang tidak benar’.
Saya melihat kader-kader PKS atau PKS merasa bahwa hanya mereka yang Islam di Negara ini. Menganggap orang Islam lainnya yang berseberangan pendapat atau mengkritik mereka sebagai tidak Islami.
Bila PKS tidak memperbaiki sikapnya, maka saya sebagai rakyat (walaupun saya Islam tidak mau membawa-bawa Islam dalam hal ini, karna nanti dicap islam yang kafir oleh kader PKS), marilah kita bergandeng tangan untuk melawan benih-benih kemungkaran yang sedang dihidupkan kader PKS.
Karena saya melihat, sesungguhnya PKS tidak bersahabat dengan rakyat, buktinya dikritik atau ditanya sedikit saja langsung mencap sang penanya sebagai pembuat atau penyebar fitnah.
Karena itu, hanya ada satu kata untuk rakyat dan mahasiswa Indonesia: LAWAN PKS! Lawan dengan apapun yang kita miliki.
Budi Ananta
budiananta@yahoo.co.id
- Ambulans Indonesia Untuk Gaza
- PKS Harapkan Suara TKI
- Antara Indonesia dan Palestina
- Indonesia Ikuti Pameran Tatto
- Buah Naga Tumbuh Subur di Sumbawa
- Mengapa PKB Bahas Capres?
- Keadaan di Gaza Sangat Parah
- PKS Malaysia Terus Galang Dana
- Besar Peluang Terjadi Rebound
- Sepeda Jadi Gaya Hidup
- Mega Keliling Indonesia Timur
- Kemana Marcella Zalianty?
- Siapapun Boleh Gunakan Foto Din
- Tim Relawan ke Lokasi Gempa Papua
- Membludak, SMS Peduli Palestina