Citizen Journalism
22/10/2008 - 10:08
Din Syamsuddin Presiden ACRP
Din Syamsuddin
(Inilah.com/Wirasatria)

Din Syamsuddin terpilih secara aklamasi sebagai Presiden sekaligus Moderator Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) atau Konferensi Agama untuk Perdamaian se-Asia dalam assembly ke-7 organisasi itu di Manila, 17-21 Oktober 2008. Din adalah tokoh Indonesia pertama yang menjadi Presiden ACRP sejak pembentukannya 32 tahun lalu.

Assembly ke-7 ACRP yang dihadiri 400-an peserta dari 18 negara di Asia mengambil tema Peacemaking in Asia. Mereka memilih enam presiden mewakili beberapa agama dan negara: Cina, Jepang, Australia, India, Filipina, dan Indonesia.

Presiden yang mewakili Islam atau Indonesia pada rapat Governing Board memilih Din sebagai moderator yang berfungsi mengkoordinir para presiden. Tokoh Buddha dari Korea, Sunggon Kim, terpilih kembali sebagai Sekretaris Jenderal ACRP.

Dalam sambutannya seusai terpilih, Din mengatakan, tantangan umat beragama di kawasan Asia sangat besar dan berat, terutama mengantisipasi kebangkitan kawasan Asia Pasifik atau Asia Timur menjadi kawasan pertumbuhan masa depan. “Agama-agama harus tampil sebagai faktor pendorong kemajuan itu. Maka, perlu dikembangkan keberagaman progresif dengan spiritualitas dinamis bagi kemajuan.”

Untuk itulah, ia mengingatkan, umat beragama tetap berorientasi kepada keimanan dan kesalehan tengahan, yang tidak terjebak pada dua titik ekstrim baik radikal maupun liberal. “Jalan tengah adalah alternatif sekaligus solusi untuk memecahkan problematika umat manusia.”¯

Dalam deklarasi hasil Assembly, ACRP menandaskan komitmennya mengatasi berbagai bentuk ketiadaan damai termasuk menanggulangi berbagai konflik yang masih berlangsung di beberapa bagian Asia seperti Srilanka, Thailand, Filipina, dan Semenanjung Korea.

Ikhwan Mansyur Situmeang, pewartaan@yahoo.com

KOMENTAR BERITA