Citizen Journalism
05/11/2008 - 06:10
Cegah Remaja Jual Diri dengan Beasiswa

Negara kita mempunyai masalah pendidikan yang serius. Mahalnya biaya pendidikan menyebabkan akses pendidikan yang tidak merata, bahkan semakin memperbesar angka putus sekolah.

Fenomena yang tak lagi asing bagi kita, ketika melihat anak-anak usia sekolah berkeliaran di jalan-jalan atau perempatan lampu merah, menjadi penjual koran, pemulung atau bahkan menjadi peminta-minta.

Hal yang lebih miris adalah kasus jual diri yang merebak di kalangan anak dan remaja usia sekolah. Banyak dari mereka terpaksa melakukan pekerjaan tersebut dengan alasan kendala ekonomi.

Menurut data Depdiknas 2006 menunjukkan angka putus sekolah jumlah siswa putus sekolah pada jenjang SD/MI tercatat sebanyak 846,6 ribu anak, SMP/MTs sebanyak 174,4 ribu anak, dan SMA/SMK/MA sebanyak 178,6 ribu anak.

Pada tahun yang sama, dari total lulusan SD/MI yang mencapai 4.072.508 anak, sebanyak 322,2 ribu anak yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang SMP/MTs.

Hingga saat ini upaya pemerintah untuk terus meningkatkan program pendidikan masih terus gencar dilakukan. Namun usaha tersebut belum mampu mengcover besarnya jumlah usia produktif pendidikan yang tinggi. Mengingat jumlah penduduk yang semakin meningkat serta tidak diimbangi dengan kemampuan ekonomi yang tinggi.

Padahal pendidikan merupakan pilar membentuk karakter dan kualitas generasi bangsa ini untuk lebih maju ke depan.

PKPU DIY sebagai lembaga kemanusiaan nasional memfokuskan pemberdayaan masyarakat dengan program pendidikan termasuk salah satu aspek yang dibangun. Program pendidikan tersebut dilakukan dalam bentuk program Beasiswa Muda Cendikia kepada anak-anak yang tergolong kaum dhuafa baik yatim piatu atau tidak, mulai dari kalangan SD, SMP hingga SMA/SMK.

“Program Beasiswa Muda Cendikia adalah program beasiswa berbasis komunitas meliputi beasiswa pendidikan pendampingan dan pembinaan keislaman rutin mingguan, bimbingan Alqur’an, bahasa Inggris, outbond activity dan pelatihan life skill,” kata Muthori selaku Ketua Divisi Pendayagunaan PKPU DIY.

Dia juga menambahkan, beasiswa yang diberikan mencakup sekitar wilayah Gunung Kidul, Bantul, Kulon progo, Sleman dan Kota Yogyakarta. Dana beasiswa tersebut merupakan sumbangan para donatur yang peduli terhadap pendidikan.

Pada 2007, jumlah beasiswa yang diberikan pada semester awal Januari – Juli 2007 sejumlah 207 siswa. Sedangkan pada semester kedua Juli hingga Desember sejumlah 250 siswa. Pada tahun 2008 ini pemberian beasiswa meningkat dari 457 anak (2007) meningkat menjadi 664 anak (2008). Lebih detail, Muthori juga menjelaskan bahwa program beasiswa ini diberikan kepada anak usia SD sekitar 68 %, SMP sebesar 20 %, dan SMA/SMK sebesar 12 % .

Styaning Budihastuti, stya_diastuti@yahoo.com

KOMENTAR BERITA