Citizen Journalism
19/11/2008 - 10:16
Iklan PKS, Saling Ciderai Sesama Muslim

Apakah umat Islam umat yang lemah? Sebuah pertanyaan yang sederhana namun cukup membuat berkerut dahi muslim yang peduli terhadap keutuhan umat.

Pertanyaan tadi dilontarkan, karena saat ini banyak sekali pertentangan pendapat atas sebuah peristiwa yang sedang hangat, seperti masalah iklan PKS ataupun masalah klasik yang berkaitan dengan kesahihan ataupun kerajihan dhowabith suatu ritual ibadah.

Mereka, para pengurus termasuk para pemimpin ormas Islam dan partai Islam tanpa sungkan-sungkan mengeluarkan statement yang ofensif dan cenderung saling menyudutkan, bahkan menjurus pada fitnah tanpa melakukan tabayyun terlebih dahulu.

Mereka, para pemimpin mudah sekali tersinggung dan menyelesaikan masalah dengan jalur satu arah melalui pernyataan-pernyataan sepihak melalui media massa. Bukanlah suatu kesalahan apabila semua pihak merasa bahwa pendapatnya adalah benar, karena bila kita bersikap memang harus mempunyai keyakinan bahwa apa yang kita lakukan adalah benar dengan sandaran argumentasi yang kuat dan jelas.

Namun dalam kemajemukan masyarakat yang berbeda tingkat pemahaman, wawasan dan sudut pandangnya, maka hendaklah semua pihak menahan diri untuk merasa bahwa dirinyalah yang paling benar.

Ada apa dengan mereka? Mengapa mereka begitu ringan mencederai saudara sesama muslim? Bukankah mereka adalah hamba-hamba yang alim dan terpelajar? Bukankah mereka adalah simbol uswah hasanah?.

Jika sikap mereka seperti itu di dalam menyelesaikan persoalan antar sesama muslim, lantas bagaimana dengan kami yang hanya rakyat jelata? Apakah tidak sebaiknya waktu dan tenaga lebih diutamakan untuk bersama-sama membuktikan bahwa Islam itu benar-benar rahmatan lilalamiin? Ya…Allah, ada apa dengan pemimpin-pemimpin kami? Bukankah mereka mempunyai tujuan yang sama untuk menjadikan bangsa ini hidup dalam kesejahteraan, bermartabat dan berkemakmuran? Lantas mengapa mereka bersikap seperti itu? Yaa..Rabbi, sungguh malu bila kami mempunyai pemimpin seperti itu.

Abi Ahsan, abi.ahsan@yahoo.com

KOMENTAR BERITA