
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6
Fungsionaris PAN Patrialis Akbar merasa disepelekan dalam setiap kampanye pasangan SBY-Boediono. Menurutnya, partai koalisi dapat memberi konstribusi pada kemenangan SBY. Sayangnya peran mereka terkesan diabaikan SBY. Mengapa?
Jika ditelusuri , SBY memang telah lama mengecilkan peran partai-partai pendukungnya. Di saat PKS telah memantapkan diri mendukung SBY, Hatta Rajasa justru mendekati Megawati untuk membangun koalisi.
Sejumlah pihak mengartikan SBY tidak ingin koalisinya didominasi oleh kekuatan Islam. Namun jika dikaji lebih dalam, pendekatan tersebut dapat diartikan sebagai test case apakah PKS bereaksi atau tidak, mengingat PKS dalam kampanyenya telah menolak bergabung dengan PDIP.
Dan ternyata PKS tidak bereaksi. Artinya apa pun keputusan SBY, pasti disetujui PKS. Karena itulah SBY berani menunjuk Boediono tanpa perlu mendengarkan pendapat dari partai koalisi pendukungnya.
Jika penunjukan cawapres yang sedemikian strategis saja SBY tidak melibatkan partai koalisi pendukungnya, apalagi dalam soal kampanye yang hanya bersifat seremonial? Kemudian jika kepada elit partai pendukungnya saja SBY tidak mau mendengar, bagaimana pula dengan suara simpatisanya?
Gatot Swandito
gatotswandito@yahoo.com
- Batasan Kinerja Dosen Akan Tenggelamkan Dunia Pendidikan Kita
- Suburnya Budaya Hiruk Pikuk dan Bergerombol Demi Status Quo
- Teror Oh Teror
- Mengapa Harus Menolak Obama?
- Siapa Sebenarnya Teroris di Aceh
- Royal Rumble: Century Vs HMI Vs Densus 88 & Dulmatin
- Adil, Kenaikan Tarif Listrik untuk Pelanggan Kelas Atas
- Aksi Densus 88 Kalahkan Pamor Aksi Mahasiswa
- Cinta Vs China
- Waspadai, Kembalinya Kegiatan Teroris di Indonesia
- Aksi Mahasiswa (rusuh) Musuh Masyarakat
- HMI Makassar Hendaknya Mawas Diri
- Demo Anarkhis Kok Dibiarkan
- Pengamat Berpihak Pada Penguasa
- Sikap Anggota Dewan Miskin Etika












